Polisi Tangkap Satu Keluarga Pembobol Bank Modus Sim Swap Fraud

Gusti Yennosa, iNews · Rabu 01 Juli 2020 03:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 07 01 340 2239175 polisi-tangkap-satu-keluarga-pembobol-bank-modus-sim-swap-fraud-8jrVs5eW7O.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

BATAM - Subdit V Ditrektorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau berhasil membongkar sindikat pembobolan rekening perbankan, dengan modus ilegal akses sim swap fraud dengan kerugian sekitar Rp415 juta. Dalam kasus ini tiga orang yang masih merupakan satu keluarga ditetapkan sebagai tersangka.

Ada tiga tersangka sindikat pembobolan rekening bank melalui internet banking, yakni AN, NA serta MA yang masih merupakan satu keluarga. Ketiga pelaku ditangkap di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Menurut Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Kepri, AKBP Nugroho, ketiganya memiliki peran masing masing, NA yang merupakan otak pelaku berperan sebagai pengganda nomor telepon korban. Sementara AN berperan sebagai pengambil alih nomor telepon nasabah calon korban. Sedangkan MA berperan sebagai penyalur nomor rekening korbang yang akan dikuras.

Ketiga pelaku yang merupakan kakak beradik ini terbilang lihai dalam menjalankan aksi kejahatannya. Modus yang dilakukan ketiga tersangka adalah dengan menggandakan nomor telepon calon korban yang telah terdaftar sebagai akses internet banking di bank. Para tersangka berdalih kepada provider telepon seluler, nomor calon korban tersebut hilang dan ingin membuka kembali. Selain menangkap para tersangka, petugas juga berhasil menyita barang bukti berupa 5 telepon genggam, 8 kartu ATM, 7 KTP, dan belasan kartu sim card.

Para pelaku melaporkan dengan menggunakan surat kuasa bahwa kartu SIM itu hilang dan dihidupkan kembali dan akses akses no HP tersebut dan rekening banking berhasil diperoleh para pelaku dan pelaku menguras ATM para korban.

Sementara itu, tersangka AN mengatakan, ia berperan sebagai pengambil alih kepemilikan nomor telepon korban. Setelah mendapatkannya, tersangka menyerahkan kepada MA untuk menguras ATM korban .

Atas perbuatannya, ketiga tersangka akan dijerat dengan Pasal 46 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang layanan informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman pidana 12 tahun penjara. Serta denda maksimal Rp12 miliar.

(Ari)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini