Arifin pun menyayangkan saat ini prioritas utama adalah penanganan Covid-19 sehingga penanganan TB di Indonesia terbengkalai. “Karena semua fokus perhatian terambil oleh Covid-19, semua juga merasa kalau TB ini serius. Namun, sekarang oleh dokternya, oleh rumah sakitnya, oleh Kementerian Kesehatan bahwa prioritas adalah Covid-19,” katanya.
Diharapkan tidak terjadi double outbreak TB dan Covid-19 karena penanganan yang tidak merata. “Tantangan kita justru sekarang jangan membanding-bandingkan. Ok Covid-19 dulu gitu kan, tapi misalnya tahun depan vaksin ada, masalah Covid-19 mereda. Nah masalah TBC ini akan menjadi dobel,” paparnya.
Jangan sampai angka kasus TB di Indonesia menjadi nomor satu di dunia, menyalip India dan China. “Saya kira, terutama pemerintah harus melihat penanganan TBC ekstra ordinary juga, harus out of the box. Tidak bisa kalau dikembalikan ke semula, tambah jauh. Jangan, kita akan menyalip India sama Cina. Jumlah mutlaknya juga mereka kesusul, karena mereka serius banget kan menangani penyakit-penyakit ini,” tegasnya.
(Fetra Hariandja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.