Ketua Paruman Dukun Tengger, Sutomo menyebut, jauh sebelum ditetapkan sebagai destinasi wisata internasional, warga Tengger sejatinya sudah biasa dengan perayaan Yadnya Kasada tanpa wisatawan.
“Ini mengingatkan kembali pada masa dahulu, dan Justru pelaksanaan Kasada tahun ini lebih khidmat dan khusyuk memang,” ujar Sutomo.
Meski di tengah Pandemi, pelaksanaan Yadnya Kasada tetap digelar dan ritual pelaksanaan tetap dilaksanakan seperti tahun tahun sebelumnya, seperti pembacaaan mantra di Pura Poten Agung, Lautan Pasir, kemudian membuang sesaji (tandur Tuwuh) ke kawah Gunung Bromo.
“Dengan perayaan Yadnya Kasada tahun ini, semoga segala macam hal buruk segera hilang. Salah satunya adalah pandemi corona, atau disebut sebagai ‘pagebluk,” jelas Sutomo.
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.