Seorang TKI Dikabarkan Terancam Hukuman Mati di Malaysia, Ini Penjelasan Sang Ayah

Dharma Setiawan, iNews · Selasa 07 Juli 2020 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 608 2242457 seorang-tki-dikabarkan-terancam-hukuman-mati-di-malaysia-ini-penjelasan-sang-ayah-2IZjmFpO8X.jpg Asdin Sihotang (kiri). Foto: iNews

PEMATANGSIANTAR - Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI), Jonatan Sihotang, asal Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, dikabarkan diancam hukuman mati oleh Pengadilan Malaysia setelah didakwa membunuh majikannya.

Keluarga TKI tersebut berharap Pemerintah Indonesia memberikan perlindungan. Harapan disampaikan dengan cara menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Meminta keringanan hukumann anak kami. Terancam hukuman mati tapi belum vonis,” ujar ayah dari Jonatan, Asdin Sihotang pada Selasa (7/7/2020).

Ketika ditanya apakah benar anaknya melakukan penganiayaan, AsdiN mengatakan, “Ya ada”. Menurutnya Jonatan melakukan penyaniayaan berujung tewasnya majikan karena menuntut hak.

Asdin melanjutkan saat ini anaknya menunggu keputusan tetap oleh Pengadilan Malaysia.

Baca Juga: TKI Lolos Hukuman Mati di Arab Saudi Setelah Bayar Diyat Rp15,5 Miliar 

Jonatan ditangkap dan ditahan Kepolisian Malaysia sejak akhir 2018. Ia diamankan karena dituduh membunuh majikannya dan melukai dua lainnya akibat gajinya tidak dibayarkan selama satu tahun.

Jonatan juga telah menjalani persidangan di tingkat awal dengan vonis hukuman mati. Saat menjalani persidangan ia didampingi pengacara lokal yang disediakan oleh Kedubes RI untuk Malaysia di Kuala Lumpur.

Upaya hukum lainnya dilakukan dengan melakukan banding. Namun di tingkat banding, vonis hakim tetap sama, yaitu hukuman mati. Kini Jonatan sedang menunggu vonis di tingkat pengadilan akhir Mahkamah Persekutuan Malaysia.

Informasi diterima keluarga, pada Juli 2020 ini vonis inkrahnya akan diterima Jonatan dan kemungkinan tetap dengan vonis mati.

Ayah jonatan kemudian menyurati Presiden Jokowi untuk berharap bisa membantu keringanan hukuman anaknya.

Untuk diketahui Jonatan memiliki seorang istri yang saat ini juga bekerja di Malaysia, dan dua anak yang dirawat orangtuanya di kampung halaman di Pematangsiantar.

“Anak ini menurut hak. Inilah kami mohon ke bapak Presiden Joko Widodo momohon supaya diringankan hukuman dia,” ucap ayah Jonatan, Asdin.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini