Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tol Trans Sumatera Menyentuh Pariwisata Bumi Rafflesia

Demon Fajri , Jurnalis-Jum'at, 10 Juli 2020 |17:52 WIB
Tol Trans Sumatera Menyentuh Pariwisata Bumi Rafflesia
Jalannya pembangun Tol di Bengkulu. Foto: Demon Fajri-Okezone
A
A
A

BENGKULU – Provinsi Bengkulu memiliki potensi alam yang patut disambangi kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Nuansa alam di sana tak kalah indah dibanding destinasi lain di Nusantara.

Mulai dari Air terjun, Gunung Berapi Bukit Kaba, Pantai Panjang, bahkan objek wisata sejarah sekalipun tesedia. Contohnya di Bengkulu terdapat Rumah Pengasingan Bung Karno dan Rumah Fatmawati.

Tidak hanya itu, daerah ini juga memiliki kawasan tumbuhnya bunga Rafflesia Arnoldii, seperti julukan provinsi tersebut, Bumi Rafflesia.

Potensi wisata itu tentunya musti didukung dengan sarana transfortasi yang mumpuni. Pembangunan jalan tol, misalnya. Dengan penunjang sarana transfortasi, geliat wisatawan dari berbagai daerah akan menjadi solusi untuk mempermudah akses.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Heri Purwanto mengatakan pembangunan tol Bengkulu - Lubuk Linggau dipastikan akan berdampak terhadap kunjungan wisatawan. Sebab pelancong akan lebih mudah dan cepat ke berbagai tempat wisata.

Tol dapat memperpendek waktu tempuh, misalnya 3 hingga 4 jam bisa dipangkas menjadi 1 hingga 2 jam perjalanan.

''Kita yakin sektor pariwisata akan dibanjiri wisatawan jika jalan tol itu dioperasikan. Wisatawan domestik dari Sumatera Selatan dan Jambi akan lebih cepat ke Bengkulu guna menikmati objek wisata laut serta potensi objek wisata lainnya di Bengkulu,'' ujarnya kepada Okezone pada Senin 6 Juli 2020.

Baca Juga: 

Heri menambahkan, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) juga akan menarik minat wisatawan untuk datang ke Kota Bengkulu maupun kabupaten penyangga. Seperti Kabupaten Rejang Lebong yang memiliki objek wisata pegunungan.

Potensi destinasi wisata, lanjut Heri, sangat berpeluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Penyerapan lapangan pekerjaan diyakini bakal meningkat dan kemiskinan perlahan-lahan akan berkurang.

Wisata Kepahiang Mountain Valley di Bengkulu, Foto: Demon Fajri

''Pengembangan sektor pariwisata sangat strategis dengan adanya pembangunan jalan tol tersebut. Kemudahan akses lalu lintas itu dipastikan akan mendongkrak kunjungan wisatawan,'' imbuhnya.

Kemudian sektor pertanian juga akan sangat diuntungkan dengan transportasi lancar berkat tol. Biaya angkutan diprediksi bakal lebih murah sehingga harga produksi pertanian akan lebih tinggi.

''Sudah barang tentu dengan adanya tol ini akan membawa pengaruh positif terhadap semua sektor. Termasuk pengiriman lewat jalur laut pelabuhan Pulai Baai Kota Bengkulu,'' jelas Heri. 

UMKM Menggeliat Kepahiang Mountain Valley, Destinasi Wisata Hits di Bengkulu

Bengkulu menjadi salah satu bagian dari pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) koridor Palembang, Sumatera Selatan – Bengkulu.

Sejak Februari 2020 proses pembangunan Tol Bengkulu - Curup, Kabupaten Rejang Lebong - Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, seksi I Taba Penanjung, dan Kabupaten Bengkulu Tengah, sudah mencapai 10,22 persen per Senin 6 Juli 2020.

Baca Juga: Pesona Batu Kumbang, Destinasi Wisata di Ujung Barat Bengkulu

Meski sedang pandemi virus corona (Covid-19), proyek JTTS ini terus digeber perusahaan BUMN PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI). Proses pekerjaan fisik sepanjang 6,5 Kilometer (Km) sudah dijalankan.

Teriknya matahari yang membuat kulit tersengar tak menyurutkan para pekerja jalan tol ini. Mereka terus bertugas mewujudkan ''Jalan Tol Trans Sumatera sebagai Roda Penggerak Ekonomi dan Pariwisata di Sumatera''.

Pembangunan Tol di Bengkulu diyakini sebagai salah satu solusi untuk perekonomian warga, termasuk bagi warga yang terdampak proyek itu sendiri. Contoh warga yang terkena imbasnya adalah penduduk Desa Lagan, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Di desa 130 Kepala Keluarga (KK) ini perekonomian warga setempat mulai bergeliat. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) meningkat di kawasan yang dipimpin Kepala Desa Saukani Taufik tersebut.

Warga membuka warung manisan di sekitar pembangunan jalan tol. UMKM tersebut dijadikan mata pencarian masyarakat setempat sehingga penghasilan sehari-hari mereka menjadi bertambah.

Tak sampai di sana, Kades Lagan mengatakan objek wisata Danau Sam yang berdekatan dengan tol di wilayahnya juga akan memetik sisi positif dari proyek pemerintah tersebut.

Baca Juga: Viral Jembatan Gantung Bengkulu Putus, Intip 3 Destinasi Wisata Serupa di Sumatera 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement