Kisah Heroik Polisi 3 Bulan Tak Pernah Pulang Demi Makamkan 70 Jenazah Covid-19

Deni Irwansyah, iNews · Jum'at 10 Juli 2020 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 519 2244521 kisah-heroik-polisi-3-bulan-tak-pernah-pulang-demi-makamkan-70-jenazah-covid-19-cuF6pWW1sm.jpg Enam polisi yang setiap ahri memakamkan jenazah Covid-19 (foto: Deni Irwansyah/iNews)

MALANG - Seorang perwira menengah dari Polresta Malang Kota terduduk lesu di pinggiran nisan makam. Ia baru saja menyelesaikan tugas memakamkan jenazah pasien Covid-19. Sesekali mengecek ponselnya, apakah ada telepon masuk dari keluarga di rumah. Maklum sudah sejak Maret tidak bertemu anak istri, jadi rasa rindu terhadap keluarga selalu hadir dalam benaknya.

Namun, demi membantu warga dalam pemulasaraan jenazah covid, ia rela meninggalkan keluarha selama lebih dari 3 bulan ini. Total sudah 70 jenazah yang ia dan timnya makamkan. Tapi apa yang mereka lakukan tak sia-sia, apalagi mendapat perhatian khusus dari pemimpin tertingginya, Kapolri Jenderal Idham Azis. Ya, kisah heroik perwira yang disebut warga malang sebagai kasat pemakaman ini, mendapatkan apresiasi dari Kapolda Jatim hingga Kapolri.

Awalnya, tujuan Kapolresta Malang Kota membentuk tim relawan yang diketuai Kompol Sutiyono ini, hanya untuk membantu warga dan tidak pernah menyangka sampai melakukan pemakaman hingga 70 jenazah, bahkan pernah 8 jenazah dalam satu hari. Sutiono bekerja dibantu 5 anggota polisi lainnya.

Selain Kompol Sutiyono sebagai ketua tim, ada 5 anggota relawan lainnya yakni Ipda Zainul Arifin, Aiptu Arif Santoso, Aipda Abdillah Cholid, Bripka Pery Budi dan Briptu Mubin Nurhuda. Bukan hanya menguburkan, keenam polisi itu pun mensholatkan jenazah yang muslim.

Polisi jenazah covid

(Kompol Suyitno, polisi memakamkan 70 jenazah covid-19 saat dihubung Kapolri Jenderal Idham Azis)

Tak jarang, Sutiyono yang kini menjabat Kasat Intelkam Polresta Malang Kota ini, bersama timnya mensholatkan jenazah covid 19 sendiri lantaran tak ada yang berani mensholatkan. Bukan hanya siang hari, pemakaman jenazah covid 19 inipun sering dilakukan saat dini hari. Pasalnya tak semua orang bisa memakamkan jenazah pasien covid 19, personil pemakaman harus dilengkapi dengan APD dan bekal keterampilan tertentu.

Pemakaman jenazah Covid 19 ini bukannya tanpa hambatan, perdebatan kadang terjadi lantaran masih ada keluarga pasien yang menolak dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19. Ia pun bersama timnya harus memberikan pemahaman kepada kelurga pasien untuk meminimalisir penyebaran covid 19.

Untuk melepas lelah, tak jarang kasat intelkam bersama timnya pun tidur di tempat seadanya. Bahkan, mereka terkadang juga tidur di atas pusara maupun di kamar mayat.

Selama masa pandemi, sudah hampir tiga bulan Sutiyono tak pulang ke rumah. Untuk mengobati rasa rindu dengan keluarga yang berada di luar kota, ia hanya bisa berkomunikasi melalui panggilan video call. “Protes dari keluarga sudah pasti terutama dari putri bungsu saya, karena gak pulang-pulang. Tapi ini saya lakukan demi kemanusiaan dan menjaga keselamatan keluarganya, lantaran ia bersinggungan langsung dengan pasien covid 19,” tuturnya.

Kapolri Apresiasi

Kapolri Idham Azis yang mengetahui anak buahnnya menjadi petugas memakamkan jenazah, langsung menelefon tim yang dipimpin Kompol Sutiyono ini, di sela-sela prosesi menunggu jenazah pasien covid tiba di makam Sukun, Kota Malang.

“Bagaimana keadaan kalian, berapa yang bertugas,? tanya Jenderal Idham Azis. Lalu dijawab Kompol Sutiyono. "Siap jenderal, kami bertugas enam orang, dan sudah 68 jenazah yang kami makamkan jenderal," jawab Sutiyono lantang.

Kapolri melanjutkan perbincangan dengan keenam petugas itu, dan berpesan agar tetap menjaga kesehatan, tetap sesuai protokol kesehatan. "Iya selamat bekerja, salam untuk teman-teman lainnya ya," kata Idham Azis menutup berbincangan melalui sambungan video call.

Menanggapi itu, Sutiyono mengaku tidak menyangka dihubungi langsung oleh  Kapolri. "Saya tentu senang dan tak menyangka dihubungi pak Kapolri dan dapat apresiasi dari pimpinan tertinggi polisi,” ujar Sutiyono. 

Sementara, Kapolres Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata mengatakan, awalnya tim ini dibentuk untuk memberikan edukasi tentang tata cara memakamkan jenazah covid 19. Namun dalam perjalanannya, justru tim ini yang terjun langsung untuk memakamkan. Bahkan dalam sehari tim ini pernah memakamkan delapan jenazah covid 19.

“Awalnya kita ingin memberikan edukasi kepada seluruh anggota, dalam perjalanannya ternyata mulai ada pasien yang meninggal. setiap kali ada pasien yang meninggal selalu tim ini yang diminta bantuan, bahkan dalam sehari bisa 2 sampai delapan,” kata Kapolres.

Selanjutnya sebagai langkah antisipasi, Sutiyono bersama timnya rutin melakukan rapid test seminggu sekali. Ia juga menggunakan alkohol 70 persen untuk mencuci tangan setiap selesai memakamkan jenazah covid 19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini