Share

Perambahan Hutan Marak di Kabupaten Siak Riau

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Selasa 14 Juli 2020 04:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 340 2245905 perambahan-hutan-marak-di-kabupaten-siak-riau-8HTtEkUJ65.jpg Pondok milik perambah hutan di Siak (foto: Okezone.com/Banda)

PEKANBARU - Aktivitas perambahan hutan marak di Kabupaten Siak, Riau marak. Puluhan gubuk milik perambah hutan banyak ditemukan di sepanjang aliran sungai, yang merupakan alur menuju Taman Nasional Danau Zamrud, Siak.

Pantauan Okezone di lapangan banyak penebangan kayu dalam hutan berstatus hutan produksi terbatas (HPT), yang merupakan tanggungjawab Dinas Kehutanan Provinsi Riau. Ratusan kayu gelondogan hutan terlihat sudah disusun rapi di Sungai Rawa di Kecamatan Sungai Apit.

Menuju Danau Zamrud, harus melewati perjalanan 5 jam dengan trasportasi kapal kecil. Sekitar 1 jam perjalanan, ditemukan beberapa pondok-pondok yang diduga kuat milik perambah.

Tidak jauh dari pondok, ditemukan tumpukkan kayu gelongdongan yang sudah disusun rapi di pinggir sungai. Tidak berapa lama kembali ditemukan tumpukan kayu log yang merupakan jenis mahang yang sudah diikat dan di susun di tepi sungai.

 Balak liar

Kemudian dua jam perjalanan, ditemukan tiga pondok milik perambah. Dimana satu pondok sudah agak lapuk. Sementara yang duga lagi masih terlihat baru. Pakaian dan alat masak ditemukan tidak jauh dari pondok.

Jarak 300 meter ditemukan tumpukan kayu yang cukup banyak. Terlihat ada aktivitas penggergajian kayu di lokasi. Ini terlihat dari serpihak kayu yang sepertinya belum lama. Namun tidak ditemukan orang di lokasi perambahan.

Untuk menyusuri sungai berwarna kehitaman itu, dipenuhi rintangan. Banyak ranting dan batang kayu berserakan di sungai. Setelah tiga jam perjalanan kembali ditemukan sejumlah pondok milik perambah. Di samping samping pondok ditemukan kayu-kayu hutan yang belum lama di tebang.

Jelang perbatasan Danau Zamrud, kembali ditemukan aktivitas penjarahan kayu hutan (ilegal logging). Pondok pondok milik, perambah juga berdiri di sana sini. Hutan terlihat dibabat.

Menanggapi hal itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono menyatakan bahwa aktivitas perambahan hutan itu sangat disayangkan, dan melanggar hukum.

Pihak BBKSDA akan melakukan kordinasi dengan pihak berwenang. Dia mengatakan bahwa aktivitas ilegal logging di banyak ditemukan sepanjang Sungai Rawa merupakan di luar kawasan hutan.

"Aktivitas ilegal itu berada di luar kawasan konsersesi Taman Nasional Danau Zamrud. Kawasan yang dirambah itu berstatus HPT. Artinya tidak boleh melakukan aktivitas apapun tanpa izin. Kita sangat sayangkan masih adanya aktivitas ilegal yang dilakukan saudara saudara kita di sana," kata Suharyono, Senin (13/7/2020).

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini