Polisi di Gorontalo Rela Sisihkan Gajinya Demi Sulap Lokalisasi Jadi Masjid

Subhan Sabu, Okezone · Selasa 14 Juli 2020 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 340 2246350 polisi-di-gorontalo-rela-sisihkan-gajinya-demi-sulap-lokalisasi-jadi-masjid-l5O1PrKAcZ.jpg Masjid An-nur yang sebelumnya tempat maksiat diubah oleh seorang polisi (foto: Subhan)

GORONTALO – Sebelum berubah menjadi Masjid, dahulu di Desa Pangadaan, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo terdapat sebuah Cafe yang dijadikan tempat minum-minuman keras.

Bukan itu saja, lokasi yang biasa digunakan masyarakat sebagai cafe untuk karaoke itu sudah menjadi tempat esek-esek terselubung.

Prihatin atas kondisi tersebut, Bripka Suparno Hamza yang keseharian bertugas sebagai Kanit Binmas Polsek Bongomeme Polres Gorontalo ini tergerak hatinya mengubah kultur masyarakat menjadi lebih baik dan berakhlak.

"Beberapa kali saya dan istri menemukan pakaian dalam wanita di tempat tersebut," ujar Bripka Suparno, Selasa (14/7/2020).

polisi baik

Merasa prihatin dengan keadaan tersebut, ia pun berinisiatif untuk membangun sebuah masjid, agar yang tadinya merupakan tempat maksiat bisa dijadikan warga sebagai sarana untuk beribadah

"Delapan bulan saya resah melihat lokasi maksiat ini, banyaknya anak muda dan orang tua yang dalam kesehariannya berjudi dan mengkonsumsi miras.

Terpikir ingin mengubah bagaimana caranya menjadi tempat ibadah," terang Bripka Suparno.

Perlahan dengan tekat yang kuat, Bripka Suparno mulai melakukan pendekatan persuasif, menyampaikan ke tokoh-tokoh masyarakat sekitar tentang keinginanannya untuk membangun atau mendirikan masjid di lokasi tersebut.

Setelah melalui proses panjang, akhirnya ia berhasil meyakinkan masyarakat setempat. Tentunya, dengan berbagai cara dan upaya meski sempat mendapat penolakan.

Proses itu pun berjalan, dengan modal pas-pasan. Uang untuk membangun masjid pun mengandalkan dari menyisihkan sebagian gajinya. Perlahan dia mulai membeli dan mengumpulkan bahan-bahan bangunan. Kemudian mulai membangun pondasi bangunan untuk masjid.

"Bersyukur, saya dibantu anak-anak muda sekitar untuk turut sama-sama membangun masjid," kata dia.

Kini, dilokasi tersebut sudah berdiri sebuah masjid berukuran 6x9 yang diberi nama An- Nur yang berarti Cahaya. Selain untuk sholat juga sebagai tempat belajar mengaji bagi masyarakat termasuk anak-anak di sekitarnya.

"Alhamdulillah, ada beberapa orang tua yang biasa mabuk sudah bisa mengaji dan bisa jadi imam dalam pelaksanan sholat sehari-hari di masjid tersebut," pungkasnya.

(amr)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini