Lebih lanjut, Irwan mengajak masyarakat semua pihak untuk mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Menurutnya, tidak ada arti bila test cepat atau PCR test dilakukan masif namun masyarakat mengabaikan protokol kesehatan.
"Ini tidak ada artinya apabila masyarakat tidak disiplin. Jadi kunci utama dari kegiatan ini adalah kedisiplinan masyarakat. Maayarakat wajib untuk mengikuti aturan dari Pemerintah untuk jaga jarak, cuci tangan, menghindari kerumunan. Apabila kita memang harus berada di tempat kerumunan ya kembalinya kita harus segera mandi. Itu kunci utamanya. Ke depan kita akan menghadapi tantanan hidup baru. Kebiasaan-kebiasaan seperti ini harus menjadi terbiasa dalam kehidupan kita," paparnya.
Sementara itu, Walikota Tangerang, Arief Wismansyah mengungkapkan tren kasus positif Covid-19 di Tangerang Kota cenderung menurun dalam beberapa pekan terakhir. Arief mengatakan bantuan rapid test gratis dari BIN sangat membantu upaya Pemkot Tangerang untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Kami atas pemerintah dan masyarakat kota tangerang mengucapkan terima kasih buat jajaran medical intelligence, yang hari ini melaksanakan pemeriksaan rapid test dan PCR test. Mudah-mudahan ini membantu kami pemerintah daerah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di kota tangerang," jelasnya.
Arief mengatakan, kota Tangerang masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pembatasan Sosial Berskala Lingkungan (PSBL). PSBB dan PSBL ini semata-mata untuk mencegah penyebaran Covid-19 tidak meluas.
Selain itu, pihaknya juga gencar melakukan razia wajib pakai masker di lingkungan Tangerang Kota.
"Kita punya semangat yang luar biasa. Artinya keselamatan menjadi yang utama meskipun aktivitas masyarakat yang semakin meningkat. Jadi mudah-mudahan kita saling bergotong royong dan mawas diri," tuturnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.