Ace mengaku belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah pusat maupun daerah sebelumnya selama pandemi Covid-19. Ia pun sangat bersyukur bisa mendapat bantuan ini meski harus rela berdesak-desakan dengan warga lainnya.
"Belum pernah (dapat bantuan), baru ini. Besok kan katanya desa lain, makanya sekarang saya tungguin sampai malam juga enggak apa-apa," ungkap Ace.
Hal senada juga dikatakan warga Desa Cadasngngampar lainnya Fitri (35) yang mengaku baru mendapat kabar tadi malam sebagai penerima bantuan Kemensos. Ia pun sesegera mungkin melengkapi sejumlah persyaratan yang harus dibawa seperti KTP asli, Akte Kelahiran asli, Kartu Keluarga (KK) asli dan form berisi barcode penerima bantuan.
"Semalam dikasih tahu (dapat bantuan), sebelumnya belum pernah dapat bantuan. Alhamdulillah sekarang dapat, ini masih nunggu masuk," ucap Fitri.
Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meminta penambahan kouta bantuan tambahan bagi 171.000 keluarga terdampak Covid-19 kepada Menteri Sosial Juliari P Batubara di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor pekan lalu.
Tambahan kuota yang dimaksud yakni baik program Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun non-DTKS. Banyak calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum tersentuh bantuan pemerintah pusat atau daerah selama pandemi Covid-19.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.