Idul Adha 1441 H, Ini Aturan Pemotongan & Penyaluran Hewan Kurban

Agregasi Sindonews.com, · Kamis 16 Juli 2020 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 16 519 2247548 idul-adha-1441-h-ini-aturan-pemotongan-penyaluran-hewan-kurban-GT1fzGmAkt.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

SURABAYA - Pemkot Surabaya merancang aturan dalam pelaksanaan penyembelihan dan pembagian hewan kurban pada Idul Adha 1441 Hijriah yang jauh pada 31 Juli 2020. Ratusan takmir masjid pun dikumpulkan via daring untuk mematangkan aturan yang harus ditaati selama pandemi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, pihaknya berpedoman pada Surat Edaran (SE) Menteri Menteri Agama (Menag) Nomor 18 Tahun 2020 tentang salat Idul Adha dan Kurban 1441 Hijriah.

Selain itu SE Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kemeterian Pertanian (Kementan) Tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam virus corona atau Covid-19. Pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban, harus dilaksanakan sesuai disiplin protokol kesehatan yang ditetapkan. Ia meminta agar para takmir dan pengurus masjid meningkatkan protokol saat Idul Adha.

“Beberapa wilayah di Surabaya sudah ada yang zona hijau. Artinya kita harus menjaga dan terus meningkatkan kedisiplinan. Protokol kesehatan hukumnya wajib tidak bisa ditawar,” kata Risma seperti dilansir dari Sindonews.com, Kamis (16/7/2020).

Baca Juga : Pembahasan Rancangan UU HIP Dihentikan

Baca Juga : Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra, Brigjen Prasetyo Utomo Terancam Pidana

Pihaknya tak ingin saat perayaan Idul Adha malah menjadi penyebaran Covid-19 diantara masyarakat. Risma menekankan agar saat sholat berjamaah jaga jarak atau physical distancing harus tetap dijaga.

“Sebelum masuk masjid di depannya sudah disediakan air mengalir dan sabun, cek suhu tubuhnya. Untuk takbir tidak ada takbir keliling ya,” jelasnya.

Selain itu, untuk mekanisme penyembelihan hewan kurban, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini mengimbau agar pemotongan hewan kurban juga dapat dilakukan melalui pemotongan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), masjid, atau musala dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Jaga jarak antar petugas minimal satu meter. Untuk satu ekor sapi terdiri dari lima sampai tujuh petugas yang menyembelih. Kemudian satu ekor kambing terdiri dari dua sampai tiga petugas. Kira-kira seperti itu. Kita bisa diskusikan lagi ini,” katanya.

Tidak hanya itu, demi mencegah terjadinya kerumunan, Risma juga meminta saat mendistribusikan daging, panitia yang berkeliling mengantar ke rumah penerima daging kurban.

“Daging kurbannya dikemas dengan daun atau besek. Petugas yang mendistribusikan juga mengenakan masker maupun face shield,” katanya.

Di samping itu, ia juga meminta saat penyembelihan hewan kurban, kebersihan lokasi dan peralatan juga harus diperhatikan. Bahkan limbah atau kotoran juga harus dibuang di tempat yang sudah disediakan. “Panitiannya harus segera membersihkan diri,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini