Share

PSBB Proporsional Bodebek Resmi Diperpanjang hingga 1 Agustus

Agregasi Sindonews.com, · Minggu 19 Juli 2020 03:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 19 525 2248616 psbb-proporsional-bodebek-resmi-diperpanjang-hingga-1-agustus-RUUUVmtGVA.jfif Ilustrasi (Dok. Okezone)

BANDUNG – Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar Nomor:443/Kep.398-Hukham/2020 meresmikan perpanjangan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi (Bodebek) hingga 1 Agustus 2020.

Kepgub tersebut pun telah diteken Gubernur Jabar, Ridwan Kamil pada Sabtu (18/7/2020).

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Daud Achmad menyatakan, melalui kepgub tersebut, kepala daerah di wilayah Bodebek dapat menerapkan PSBB secara proporsional sesuai dengan level kewaspadaan daerah.

"Pemberlakuan PSBB secara proporsional akan disesuaikan dengan kewaspadaan daerah di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan dalam bentuk PSBM (pembatasan sosial berskala mikro (PSBM)," kata Daud seperti dilansir dari Sindonews.com.

Keputusan perpanjangan PSBB proporsional di wilayah Bodebek, kata Daud, diselaraskan juga dengan kebijakan pemerintah DKI Jakarta yang memperpanjang PSBB transisi selama 14 hari ke depan mulai Jumat (17/7/2020) kemarin. Selain itu, keputusan didasarkan pada berbagai hasil kajian epidemiologi, salah satunya rata-rata angka reproduksi kasus COVID-19 terhadap waktu (Rt) dalam kurun 29 Juni-11 Juli yang mencapai 1,73.

Baca Juga : Reruntuhan Istana Bangsa Aztec Ditemukan di Bawah Bangunan Megah

Baca Juga : Polisi Temukan Alat Bukti Pebunuhan di Kasus Bocah Tewas Dalam Toren

Dengan perpanjangan PSBB proporsional, pihaknya mengimbau warga Bodebek untuk mematuhi semua ketentuan dan peraturan PSBB proporsional serta konsisten menerapkan protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, jaga jarak, hingga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Kunci keberhasilan PSBB secara proporsional di kawasan Bodebek adalah kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi segara peraturan dan menerapkan protokol kesehatan. Dengan begitu, mata rantai penularan COVID-19 bisa diputus," katanya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini