Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Musnahkan Ladang Ganja Seluas 10 Hektare di Aceh Besar

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Selasa, 21 Juli 2020 |14:15 WIB
Polisi Musnahkan Ladang Ganja Seluas 10 Hektare di Aceh Besar
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan. (Foto : Okezone.com/Muhamad Rizky)
A
A
A

JAKARTA – Polisi memusnahkan ladang ganja seluas 10 hektare yang ditemukan di Hutan Tanaman Industri Gampong Lamteuba Droe, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, Aceh. Ganja di lahan tersebut dicabut dan dibakar.

"Seluruh batang tanaman ganja tersebut dilakukan pemusnahkan dengan cara dicabut dan dibakar di lokasi penemuan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan dikantornya, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2020).

Ahmad mengungkapkan, setidaknya ada delapan titik ladang ganja yang berada di hutan seluas 10 hektare tersebut. Menurutnya, jarak antara satu ladang dengan yang lainnya diperkirakan 500 meter.

"Terdapat kurang lebih 50.000 batang ganja yang siap dipanen dengan ketinggian batang mencapai antara 50-260 cm dan 70.000 batang ganja yang masih semai," ujar Ahmad.

Ahmad menuturkan, selama periode 2020 Polda Aceh telah menemukan delapan kasus penemuan ladang ganja. Total luas ladang ganja yang ditemukan mencapai 50,1 hektare dengan barang bukti ganja yang dimusnahkan sebanyak 85.461 batang.


Baca Juga : Polisi Ungkap 1 Hektare Ladang Ganja di Lembang Bandung, Sekali Panen 40 Kg

"Sampai hari ini Direktorat Narkoba Polda Aceh terus melalukan penyelidikan terhadap pemilik lahan dan penanam batang ganja tersebut," tutur Ahmad.

Baca Juga : BNN Bakar 8 Hektare Ladang Ganja di Kawasan Pegunungan

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement