Rahmat menjelaskan, penularan terhadap ASN tersebut berasal dari klaster keluarga. Seperti keluarganya yang datang dari luar daerah maupun istri atau anaknya yang habis pergi keluar daerah.
"Penularannya di inspektorat itu diduga istrinya pulang dari Makassar, terus ada yang dari Surabaya,” ujarnya.
"Kemudian, ada yang dari pertemuan-pertemuan. Staf ahli pemerintahan itu kan juga dari lingkungan kemarin dekat-dekat itu seperti kepada inspektur, dengan Tapem," pungkasnya.
Sementara itu, pejabat pemerintah yang saat ini masih terpapar sudah melakukan isolasi secara mandiri atau di rumah sakit rujukan.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.