Menurutnya, rapid test ini dilakukan hanya sekali karena bersifat skrening. Dengan tujuan untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya pada Pilkades secara e-voting di 49 desa.
“Jadi ini bagian dari penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkades secara e-voting. Makanya semua petugas Pilkades kami lakukan rapid test supaya masyarakat tidak perlu was-was,” katanya.
Disinggung apakah nanti saat hari H akan menempatkan petugas kesehatan di masing-masing desa, Joko mengaku, tidak ada petugas kesehatan yang khusus berada di TPS maupun di desa. Namun petugas kesehatan akan stand by di masing-masing Puskesmas dan Puskesmas pembantu.
“Petugas kesehatan kita terbatas kalau harus menempatkan di masing-masing TPS. Makanya mereka akan siaga di puskesmas dan puskesmas pembantu,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.