Namun, Wiku mengatakan bahwa di Tanah Air juga sedang dikembangkan vaksin Covid-19 oleh Konsorsium Eijkman. “Jadi, ada juga yang bikin dari awal, dari dalam negeri sendiri konsorsium Eijkman itu bersama juga dengan Biofarma,” kata Wiku.
Wiku mengatakan dalam mengembangkan vaksin Covid-19 harus mengedepankan pendekatan inklusivitas untuk mengejar ketertinggalan. “Harusnya kalau kita menggunakan pendekatan inklusivitas seluruh sumber daya di indonesia dijadikan satu para ahlinya, bisa jadi kita bisa mengejar ketertinggalan,” tuturnya.
Baca Juga: Ditanya Kapan Pandemi Corona Berakhir, Ini Jawaban Jubir Satgas Penanganan Covid-19
Dengan begitu, kata Wiku kemandirian bangsa dalam memproduksi vaksin Covid-19 akan terwujud. “Bukan hanya mengejar ketertinggalan dari apa yang sudah kita lakukan sendiri. Tapi dari produksi dalam negeri. Ini adalah bagian dari kemandirian bangsa yang harus kita lakukan. Gotong-royong itu penting, inklusivitas itu penting. Jadi, kalau ekskusif, nanti kita malah bersaing dengan saudara kita sendiri. Jadi, mari kita bertanding sama-sama yang cepat sekali,” tuturnya.
(Arief Setyadi )