Vietnam Laporkan Kematian Pertama Covid-19

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 31 Juli 2020 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 18 2255113 vietnam-laporkan-kematian-pertama-covid-19-58dq8tFi1H.jpg Ilustrasi.

HANOI - Vietnam telah mencatat kematian Covid-19 pertamanya setelah seorang pasien positif dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (31/7/2020). Ini adalah pukulan keras bagi Vietnam yang bangga akan keberhasilannya mencatat nol kematian akibat Covid-19 sejak awal pandemi.

Vietnam tidak melaporkan adanya infeksi baru virus corona selama lebih dari tiga bulan sebelum kasus terbaru dilaporkan di resor Da Nang awal pekan ini. Negara dengan populasi sekira 95 juta jiwa itu telah melaporkan hanya beberapa ratus kasus virus corona.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Kembali Muncul, Vietnam Evakuasi 80.000 Orang dari Da Nang

Tidak seperti banyak negara lain, Vietnam bertindak sebelum bahkan mengonfirmasi kasus, dengan menutup perbatasannya lebih awal untuk hampir semua pelancong, kecuali warga negara yang kembali. Siapa pun yang memasuki negara harus karantina di fasilitas pemerintah selama 14 hari dan menjalani pengujian.

Untuk sementara waktu, pendekatan ini tampaknya sangat efektif, tanpa ada transmisi lokal baru yang dilaporkan sejak pertengahan April.

Negara ini menerima pujian atas upaya tepat waktu untuk menahan virus dan untuk perawatan yang diberikan terhadap virus setelah mampu merawat pilot Skotlandia yang menghabiskan dua bulan dalam keadaan koma setelah terinfeksi Covid-19.

BACA JUGA: Semua Pasien Covid-19 Sembuh, Bagaimana Cara Vietnam Mengatasi Krisis Awal Virus Korona

Tetapi awal minggu ini datang berita sulit bahwa kasus-kasus baru telah ditemukan di tempat peristirahatan populer di Da Nang.

Puluhan ribu wisatawan dari seluruh negeri berada di kota pada saat itu, banyak dari mereka percaya ancaman dari virus corona telah berlalu. Pemerintah awalnya menutup kota untuk pengunjung, sebelum memerintahkan penguncian total secara lokal pada Rabu (29/7/2020).

Awal pekan ini, Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc memperingatkan bahwa setiap provinsi dan kota di negara itu setelah merebaknya wabah di Da Nang.

"Kami harus bertindak lebih cepat dan lebih keras untuk mengendalikan wabah," media pemerintah mengutip perkataannya.

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini