Polisi Pastikan Penyebab Kematian Tukang Jagal yang Meninggal saat Menyembelih

Asep Juhariyono, iNews · Senin 03 Agustus 2020 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 525 2255339 polisi-pastikan-penyebab-kematian-tukang-jagal-yang-meninggal-saat-menyembelih-zBMqzmigzt.jpg Epin saat dievakuasi ke rumah sakit (Foto: iNews/Asep)

TASIKMALAYA - Jajaran Polsek Cibereum Polresta Tasikmalaya, langsung mendatangi lokasi kejadian dimana seorang tukang jagal bernama Epin Sutisna (50) warga Gunung Dongkol, Kelurahan Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, meninggal mendadak saat akan menyembelih domba, pada hari Jumat (31/7).

Kapolsek Cibereum Pokresta Tasikmalaya AKP Suyitno mengatakan, pihaknya telah melakukan identifikasi di lokasi kejadian, terkait kematian korban yang secara tiba-tiba.

"Begitu mendapatkan laporan terkait adanya tukang jagal yang meninggal dunia secara mendadak diatas domba yang akan disembelihnya, kami langsung meluncur ke lokasi kejadian, "kata Suyitno, saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Di lokasi kejadian selain untuk melakukan olah TKP petugas polisi juga mengumpulkan keterangan sejumlah saksi-saksi di lokasi kejadian, untuk memastikan penyebab kematian Epin.

"Sejumlah saksi di lokasi kejadian memberikan keterangan yang sama terkait kronologis kejadian, di mana tubuh korban secara tiba-tiba ambruk dan menimpa domba yang akan disembelihnya, "kata Suyitno.

Sementara itu saksi dari pihak keluarga menyebutkan bahwa korban memang sebelumnya mengalami sakit darah tinggi dan lambung, bahkan sempat berobat ke dokter.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan hasil identitikasi terhadap jenazah korban tidak ditemukan adanya bekas tindak kekerasan, sehingga bisa disimpulkan bahwa kejadian ini murni musibah dan takdir. Jenazah korban langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum hari jumat siang kemaren," kata Kapolsek.

Kapolsek juga menambahkan bahwa kejadian seperti ini baru yang pertama kali, terlebih korban meninggal saat akan menyembelih domba yang sudah ada dihadapannya.

"Ini baru pertama kali terjadi. Pihaknya menghimbau agar warga tetap selalu berhati-hati dan selalu menjaga kesehatan," kata Suyitno.

(kha)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini