Musim Kemarau, Ribuan Warga Mojokerto Terancam Krisis Air Bersih

Agregasi Sindonews.com, · Selasa 04 Agustus 2020 21:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 519 2257015 musim-kemarau-ribuan-warga-mojokerto-terancam-krisis-air-bersih-GWtEHtcNaE.jpg Warga Dusun Telogo, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, mengambil air bersih dari tangki-tangki yang dikirimkan BPBD. (Sindonews/Tritus Julan)

Sedangkan di Kecamatan Trawas, krisis air bersih selalu dirasakan warga Desa Duyung. Di desa ini, sebanyak 509 jiwa dengan jumlah 277 kepala keluarga (KK) selalu menggantungkan bantuan pemerintah untuk suplai air bersih setiap musim kemarau tiba. Kondisi ini, bahkan sudah terjadi sejak bertahun-tahun.

"Sudah sejak lama, karena warga di sana memang mengandalkan air tadah hujan. Sebab tidak ada sumber mata air yang bisa dijangkau warga sekitar," ucapnya.

Zaini menyatakan, kemarau kali ini sepertinya bakal berlangsung lebih lama dibandingkan 2019. Untuk itu, ia mengimbau warga yang masuk dalam peta kekeringan saat musim kemarau, harus bersiap diri sejak dini.

Baca Juga : BMKG: 64% Wilayah Sudah Masuk Musim Kemarau

"Sesuai prediksi BMKG pusat, saat ini memang sudah memasuki musim kemarau. Prediksinya memang lebih lama. Untuk itu kami sudah melakukan pemetaan agar krisis air bersih yang dialami warga bisa diatasi," tutur Zaini.

Baca Juga : Waspada, Sejumlah Daerah di Indonesia Berpotensi Kekeringan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini