Menurut Deden, penyebaran itu tak terendus sejak awal lantaran para santri tak menunjukkan gejala apapun. Setelah. dirapid dan swab, barulah terungkap kebanyakan mereka terkonfirmasi positif.
"Mereka kan OTG, jadi memang awalnya sulit diantisipasi sejak awal hingga akhirnya menyebar," imbuhnya.
Dilanjutkan Deden, kini aktivitas Ponpes tersebut telah dibuka kembali setelah melalui sterilisasi dan pengecekan tim gugus tugas. Para pengurusnya sendiri telah diuji swab, dan hasilnya negatif.
"Sudah normal lagi, karena sudah sembuh semua, itu kan 2 minggu lalu. Enggak ada yang dirawat," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.