Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin, Mantan Bupati Indramayu Supendi Diisolasi

CDB Yudistira, Okezone · Rabu 05 Agustus 2020 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 525 2257288 dieksekusi-ke-lapas-sukamiskin-mantan-bupati-indramayu-supendi-diisolasi-b6j1VcRu99.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

BANDUNG - Mantan Bupati Indramayu Supendi, divonis bersalah karena menerima suap senilai Rp3.9 miliar, dan dihukum pidana penjara 4 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Bandung, pada pekan lalu sudah dieksekusi ke Lapas Sukamiskin.

Kepala Lapas Sukamiskin Thurman Hutapea mengatakan, kini Supendi sedang melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, pekan ini Supendi melakukan isolasi mandiri pekan kedua paska dieksekusi ke Lapas Sukamiskin.

"Kalau baru masuk, ikuti masa pengenalan lingkungan dulu sekalian isolasi mandiri selama 14 hari," ujar Thurman di Kantor Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Rabu (5/8/2020.

 Baca juga: KPK Jebloskan Mantan Bupati Indramayu Supendi Lapas Sukamiskin

Thurman menambahkan, selama pandemi Covid-19 Lapas Sukamiskin memperketat protokol kesehatan tahanan yang masuk.

"Seperti pak Supendi. Tahanan yang dieksekusi ada tes dulu. Dari KPK, harus melampirkan hasil sw‎ab. Kita kan enggak tahu gimana di luar. Setelah itu jalani isolasi mandiri selama 14 hari," katanya.

 Baca juga: Bupati Nonaktif Indramayu Supendi Didakwa Terima Suap Rp3,9 Miliar

Sementara itu, meski sekarang memasuki tahap Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), namun itu tidak berlaku di dalam lapas. Lapas Sukamiskin dan lapas lainnya belum diperbolehkan menerima kunjungan.

"Sampai saat ini masih stop kunjungan karena belum ada perintah pimpinan," ujar dia.

Menurutnya, kebijakan tersebut disambut baik oleh warga binaan di Lapas Sukamiskin, mereka setuju jika kunjungan ditiadakan hingga pandemi berakhir.

"Setelah saya koordinasi dengan warga binaan lain, pada umumnya mereka meminta tidak menerima kunjungan, Karena berbahaya. Karena keluarga dari seluruh wilayah Indonesia, ada yang zona merah juga takut. Satu saja terkontaminasi, itu bisa berbahaya. Disiasatinya pakai video call," tutup Thurman.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini