Presiden Belarusia Klaim Sengaja Ditulari Covid-19

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 07 Agustus 2020 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 18 2258667 presiden-belarusia-klaim-sengaja-ditulari-covid-19-uzuKtZTjh7.jpg Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko. (Foto: Sputnik)

MINSK – Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko mengatakan bahwa seseorang telah sengaja menginfeksinya dengan virus corona dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Ukraina. Klaim itu dilontarkan Lukashenko beberapa hari setelah pengumuman membingungkan yang mengatakan bahwa dia telah bergulat dengan Covid-19 tanpa meninggalkan jabatannya.

Klaim luar biasa muncul dalam wawancara selama 2,5 jam yang diberikan Lukashenko kepada jurnalis Ukraina populer Dmitry Gordon.

“Kami condong ke (versi) bahwa seseorang menanamkan virus corona pada saya. Sekarang saya sedang menyelidiki kapan hal itu mungkin terjadi,” kata Lukashenko sebagaimana dilansir RT, Jumat (7/8/2020).

BACA JUGA: Presiden Belarusia Sarankan Warga Minum Vodka untuk Tangkal Virus Corona

Lukashenko menambahkan bahwa dia tidak akan mengumumkan dugaannya secara publik untuk saat ini.

Sang presiden juga mengungkapkan bahwa dia mengabaikan permintaan dokter untuk menjalani perawatan ketika tanda-tanda virus corona ditemukan pada hasil pemindaiannya, dan justru melanjutkan jadwal kegiatannya. Lukashenko mengklaim bahwa dokter telah memulihkan kondisinya sepenuhnya hanya dalam "empat hari".

Sebelumnya, Lukashenko mengatakan kepada media bahwa dia memiliki Covid-19 tanpa gejala dan telah berhasil pulih darinya. Dia mengklaim dia akan mengatasi virus "saat dalam perjalanan".

Dalam wawancara yang sama, Lukashenko secara dramatis mengatakan "mereka mungkin menembak saya mati, tetapi saya tidak akan pernah lari (dari Belarusia)."

BACA JUGA: Diktator Terakhir Eropa Kembali Kuasai Pemilu Belarusia

Lukashenko saat ini berusaha untuk terpilih kembali untuk masa jabatan keenamnya sebagai presiden di tengah kekacauan domestik. Dua dari tokoh oposisi yang ingin mencalonkan diri melawannya saat ini dipenjara, dan satu lagi telah melarikan diri dari negara itu, mengklaim dia takut akan kebebasannya.

Belarusia juga menyaksikan apa yang oleh banyak pengamat disebut sebagai protes anti-pemerintah terbesar dalam satu dekade menjelang pemungutan suara, yang dijadwalkan pada Minggu (9/8/2020).

Presiden yang telah lama menjabat itu telah berulang kali mengklaim bahwa lawan-lawannya telah menyusun rencana untuk menggulingkannya secara paksa dengan dukungan kekuatan asing. Narasi tersebut diperkuat baru-baru ini dengan penangkapan orang-orang yang diklaim oleh pihak berwenang Belarusia sebagai "tentara bayaran Rusia" yang ditugaskan untuk mengacaukan Belarusia menjelang pemungutan suara nasional.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini