Kisah Warga AS Peluk Agama Islam Dibimbing Syekh Al-Sudais

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 08 Agustus 2020 20:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 08 18 2259114 kisah-warga-as-peluk-agama-islam-dibimbing-syekh-al-sudais-ooOv5loOJ8.jpg Pemimpin Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syekh Abdur Rahman Al-Sudais dan Steve. (Ist)

JAKARTA – Seorang warga negara Amerika Serikat (AS), Steve, memeluk Islam dibimbing Pemimpin Umum Urusan Masjidl Haram dan Masjid Nabawi, Syekh Abdur-Rahman Al-Sudais.

Steve mengucapkan kalimat syahadat di hadapan Syekh Abdur-Rahman Al-Sudais. Dia merasa gembira dan terima kasih atas keyakinan barunya tersebut. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Syekh Sudais serta memuji Allah SWT karena telah membuka hatinya.

Syekh Sudais mengatakan, Steve sekarang adalah saudara laki-lakinya dalam Islam. Ia menambahkan, terkesan atas kemurnian Islam dan ajaran Keesaan Tuhan.

Syekh menambahkan, Steve terkesan dengan tingkat toleransi dan hidup berdampingan secara damai di antara mereka yang berbeda agama di Kerajaan Saudi. Steve menilai ajaran Islam tentang bertetangga yang baik dan keramahan Saudi.

Steve yang bekrja di sektor pariwisata di Miami mengunjungi Abha bersama teman dekatnya. Seolah sudah jadi takdir, ia tinggal di lingkungan yang sama dengan Syekh Sudais, yang saat itu kebetulan tengan berada di Abha.

Penerjemah Syekh Sudais, Saad Al-Matrafi, yang bertemu Steve pun memberikannya air zamzam dan kurma sebagai hadiah dari Pemimpin Umum Urusan Masjidl Haram dan Masjid Nabawi tersebut.

Pemimpin Umum Urusan Masjidl Haram dan Masjid Nabawi, Syekh Abdur-Rahman Al-Sudais dan Steve (ist)

Al-Matraf mengatakan, Steve sangat tertarik mengetahui lebih banyak tentang Islam dan membaca buku-buku soal ajaran Islam. Dia juga memberi tahu Syekh Sudais soal turis AS dan Syekh terkesan sehingga ingin bertemu dengannya.

Dalam pertemuannya dengan Steve, Syekh Sudais mengutip beberapa ayat Alquran dan riwayat Nabi yang memerintahkan umat Islam bersikap baik kepada tetangga mereka dan hak yang mereka miliki satu salam lain. Dia pun menyebutkan kisah Nabi Muhammad Saw dengan perempuan Yahudi.

"Nabi tercinta kita (Muhammad Saw) memiliki tetangga Yahudi yang biasa membuang sampah padanya. Alih-alih bereaksi dengan amarah, Nabi Muhammad menunjukkan kebaikan. Ketika suatu hari Nabi mengetahui bahwa tetangganya sakit, dia pergi mengunjungi merawat tetangganya itu. Ini adalah pelajaran hidup yang sangat berharga bagi kita semua tentang hak-hak tetangga kita," tuturnya dalam keterangannya yang diterima, Sabtu (8/8/2020).

Saat berbicara soal perjalanan Steve masuk Islam, terpancar kebahagiaan di wajahnya.

"Ajaran Islam tentang keadilan, toleransi, kasih sayang, dan belas kasih sangat mengesankan dia," katanya.

Steve juga mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaannya yang besar atas kebaikan dan keramahan yang dia temukan dengan orang-orang Saudi, menggambarkan mereka sebagai "sederhana" dan peduli "

Steve terus membagikan pengalamannya dan mengatakan dia merasa seperti dirinya dengan keluarganya sendiri, "saudara laki-lakinya" sendiri. Steve, yang mengunjungi Kerajaan untuk tujuan bersantai menjelajahi keindahan yang tersebar di seluruh penjuru negeri, menyatakan ingin tahu tentang tempat kelahiran Islam dan perkembangan utama dan kemajuan Visi 2030 negara.

Al-Matrafi juga memainkan peran utama dalam memimpin Steve untuk masuk Islam atas izin Allah.

Begitu Syekh Sudais tiba di penginapannya di Abha, dia bertanya tentang tetangganya. Atas pertanyaan, Al-Matrafi mengetahui tetangga kami (Steve) adalah seorang warga negara Amerika, Sheikh Sudais menyarankan untuk mengirimkan beberapa zamzam, kopi Arab, dan kurma kepadanya sebagai hadiah.

Hal itu mengejutkan Steve. Ia bertanya apa alasan pemberian hadiah itu?

Al-Matrafi menjelaskan, Islam mengajarkan tingkah laku yang baik dan kebaikan terhadap sesama.

Selain itu, Al-Matrafi mengatakan selama beberapa pertemuannya dengan Steve, dia mengetahui bahwa warga AS itu banyak membaca tentang Islam dan muslim. Saat hubungannya dengan Steve berlanjut dan selama salah satu jalan pagi mereka di taman terdekat, mereka mendiskusikan Islam dan parameter yang ditetapkannya di semua urusan duniawi.

Keesokan paginya Steve memberi tahu Al-Matrafi bahwa dia menghabiskan sebagian besar malam memikirkan Islam dan memutuskan siap menerima Islam sebagai keyakinannya, setelah tiga tahun mempelajari agama.

Mendengar hal ini, Al-Matrafi sangat gembira dan menyarankan agar dia mengambil syahadat di hadapan Syekh Sudais, yang segera dia setujui.

Al-Matrafi kemudian membawanya ke Syekh Sudais yang mengucapkan kata-kata Syahadat dan Steve mengulanginya setelahnya. Belakangan, Syekh Sudais memberikan instruksi kepada tuan rumah Steve untuk menunaikan umrah di Mekah dan mengunjungi Masjid Nabawi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini