PAPUA - Kementerian Dalam Negeri menegaskan tidak tudingan yang menyatakan Otonomi Khusus (Otsus) di Tanah Papua gagal, sangat tidak fair. Sebaliknya, dengan semua yang sudah diupayakan, Otsus sudah sangat membantu hanya saja kurang tersosialisasikan dengan baik.
"Sebenarnya tidak fair kalau dibilang gagal, permasalahannya itu kurangnya sosialisasi dari pemda itu sendiri sehingga menimbulkan miss komunikasi di masyarakat," kata Kasubdit Provinsi Papua & Papua Barat Ditjen Otda, Kemendagri Budi Arwan dalam diskusi virtual Human Studies Institute (HSI), Sabtu (8/8/2020).
Ia pun menyebut Otsus bukanlah sekadar bagi-bagi uang dan akses politik. Ada hal lain yang tak kalah penting yakni program pembangunan daerah.
"Otsus bukan sekedar bagi-bagi uang ke daerah, tapi juga ada program-program membangun daerah," lanjut Budi.
Baca Juga : Buron 2 Tahun, Tersangka Kasus Pembunuhan Ditembak Polisi
Ia menekankan, ke depan semangat pembangunan daerah itulah yang harus dikawal agar bisa mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Papua.
"Harus ada niat yang kuat dan tulus dari semua pihak untuk mengawal Otsus. Sebenarnya sudah banyak pengawas dana Otsus, tapi entah kenapa masih juga belum menyentuh masyarakat bawah," pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.