KUPANG - Sistem sekolah secara daring atau online diterapkan selama masa pandemi Covid-19. Pada prosesnya orangtua mesti mendapangi anaknya belajar, dan itu dinilai sebagaian orang memberatkan.
Sebab sebagian orangtua yang harus bekerja mencari nafkah, kesulitan membagi waktu untuk mendampingi anak yang setiap harinya mendapat tugas dari sekolah.
Hal inilah yang dialami Ocha, seorang ibu yang bekerja di kantin di belakang suatu perkantoran di Kota Kupang. Demi mendampingi anaknya sekolah online, ia terpaksa mengotong anak kembarnya ke kantin untuk belajar.
“Bisa stres karena bingung ngatur waktu. Mau cari uang, mau kerja, mau ngurus anak, apalagi ini kembar,” ujarnya.
Baca Juga: Syarat Belajar Tatap Muka di Zona Hijau dan Kuning Covid-19
“Satu hari saya harus menemani ini (satu anak) tiga mata pelajaran, ini (satu anak lagi) tiga mata pelajaran. Jadi enam mata pelajaran,” tambah Ocha.
Pantauan di lokasi pada Selasa (11/8/2020), anak kembarnya yang kini duduk di kelas IV SD Tunas Gloria, Kupang, itu nampak serius menyelesaikan tugas-tugas sekolah . Hal tersebut berlangsung saat pelanggan kantin silih berganti datang membeli.
Baca Juga: Sekelompok Siswi Belajar di Hutan demi Sinyal Internet, Binatang Buas Mengancam
Salah satu anak tersebut, Sharol mengaku mulai merasa jenuh atas keadaan tersebut. Kondisi ini membuatnya merindukan teman-teman di kelas. “Bosan,” ucapnya singkat.
(Abu Sahma Pane)