Pelaku Tinggalkan Jejak, BBKSDA Selidiki Pembantaian Lutung Jawa di Jalur Pendakian Gunung Butak

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 11 Agustus 2020 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 519 2260559 pelaku-tinggalkan-jejak-bksa-selidiki-pembantaian-lutung-jawa-di-jalur-pendakian-gunung-butak-9qpMcj7Epq.jpg Tangan Lutung Jawa. Foto: Avirista Midaada - Okezone

MALANG – Lutung Jawa ditemukan mati di jalur pendakian Gunung Butak, tepatnya dalam kawasan Perhutani Oro–Oro Ombo Batu. Satwa yang masuk dalam daftar hewan yang dilindungi negara itu diduga mati dibantai.

“Kami menemukannya kemarin saat patroli, lutung tersebut mati dalam keadaan dibantai di jalur pendakian Gunug Butak, dagingnya sudah tidak ada, hanya tersisa tangannya saja, dan diikatkan dalam sebuah pohon setinggi kurang lebih dua meter,” ujar Ketua Profauna Indonesia Rosek Nursahid pada Selasa siang (11/8/2020).

Sementara Kepala Seksi (Kasi) Konservasi BBKSDA Wilayah VI Jawa Timur Mamat Ruhmat menyebut pelaku sepertinya sengaja meninggalkan jejak berupa meninggalkan kedua tangan setelah sehari sebelumnya tersisa kepala dan kedua tangan lutung Jawa.

“Ini tidak wajar dan tidak masuk akal, kepalanya nggak ada, hanya tangannya saja,” ujarnya pada Selasa (11/8/2020).

Pihak BBKSDA pun akan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. “Dari informasi yang viral kemarin pelakunya memantau saat kami turun sehingga berupaya menghilangkan barang bukti tadi, tapi masih disisakan tangannya saja. Yang jelas ini jadi bahan penyelidikan kami,” tukas Mamat.

Lebih lanjut, Ketua Profauna Indonesia Rosek Nursahid menjelaskan saat ditemukan pertama kali kemarin, timnya memang masih menemukan adanya kepala dari Lutung Jawa itu. Namun saat Profauna bersama BBKSDA Jawa Timur dan Perhutani kembali ke tempat kejadian perkara, hanya menemukan tangannya saja.

“Kalau kemarin itu bagian kepalanya masih ada, tadi kami telusuri lagi sudah tidak ada, tinggal dua tangan yang dicantolkan ke pohon,” bebernya.

Baca Juga: Lutung Jawa Mati Dibantai di Jalur Pendakian Gunung Butak 

Rosek menduga Lutung Jawa tersebut mati diburu oleh manusia, bukan dimangsa binatang lain. Dugaan ini terbukti adanya jeratan yang terbuat dari kawat di lokasi temuan.

“Kalau lutung ini kan di atas pohon, besar kemungkinan ditembak. Ini kita temukan juga jerat kawat di sekitar lokasi. Kalau jerat kawat ini jangankan lutung, macan tutul pun juga bisa terperangkap kena kawat ini. Tapi kalau melihat polanya, ini ditembak,” terang Rosek. (abp)

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini