Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wilayah Spanyol Larang Merokok karena Pandemi Covid-19

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 13 Agustus 2020 |20:01 WIB
Wilayah Spanyol Larang Merokok karena Pandemi Covid-19
Foto: Getty Images.
A
A
A

MADRID - Wilayah Galicia di Spanyol telah secara efektif melarang merokok di tempat umum karena khawatir hal itu meningkatkan risiko penularan Covid-19. Galicia juga telah mengeluarkan larangan merokok di jalan dan di tempat umum, seperti restoran dan bar, jika jarak sosial tidak memungkinkan.

Wilayah barat laut adalah yang pertama memperkenalkan tindakan semacam itu, meskipun yang lain mempertimbangkan untuk mengikutinya. Langkah itu diambil ketika Spanyol menghadapi tingkat infeksi terburuk di Eropa Barat.

BACA JUGA: Cegah Corona, Thailand Larang Penjualan Alkohol

Kasus harian telah meningkat dari kurang dari 150 pada Juni menjadi lebih dari 1.500 sepanjang Agustus. Negara itu mencatat 1.690 kasus baru dalam hitungan harian terbaru pada Rabu (12/8/2020), menjadikan total kasus hampir 330.000.

Larangan merokok Galicia diumumkan dalam konferensi pers pada Rabu setelah para ahli merekomendasikan langkah tersebut kepada pemerintah daerah.

Langkah tersebut didukung oleh penelitian kementerian kesehatan, yang diterbitkan bulan lalu, yang menguraikan hubungan antara merokok dan peningkatan penyebaran virus corona.

Dikatakan bahwa risikonya meningkat karena orang-orang memproyeksikan droplet (tetesan), dan berpotensi Covid-19, ketika mereka menghembuskan asap rokok.

Penelitian itu juga mengatakan perokok berisiko terinfeksi dengan cara lain, seperti dengan menyentuh rokok mereka sebelum membawanya ke mulut dan dengan memegang masker wajah saat mengeluarkan dan mematikannya. Penelitian juga menunjukkan dampak negatif merokok yang lebih luas bagi kesehatan.

BACA JUGA: Imbas Covid-19, Fasilitas Cukai Rokok hingga Minuman Alkohol Bakal Diperpanjang

"Telah terbukti bahwa penggunaan tembakau, dalam bentuk apa pun, memperburuk perjalanan penyakit pernapasan," jelas penelitian itu sebagaimana dilansir BBC.

"Bukti saat ini menunjukkan bahwa merokok dikaitkan dengan... risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan bentuk gejala yang parah.

"Merokok tanpa batas ... dengan orang-orang yang dekat dan tanpa jarak sosial (menimbulkan) risiko infeksi yang tinggi," kata Presiden Regional Alberto Núñez Feijóo pada konferensi pers pada hari Rabu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement