Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Eijkman Jelaskan Perbedaan Vaksin Merah Putih dengan Vaksin Sinovac

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 14 Agustus 2020 |17:29 WIB
 Eijkman Jelaskan Perbedaan Vaksin Merah Putih dengan Vaksin Sinovac
Foto: Illustrasi Shutterstock
A
A
A

Amin mengatakan, vaksin Merah Putih menggunakan metode rekombinasi. Dengan metode, kata Amin akan meminimalkan potensi reaksi yang tidak diperlukan. Meskipun dalam prosesnya memerlukan waktu yang lebih lama.

“Salah satu keuntungannya adalah kita meminimalisasi reaksi-reaksi yang tidak diperlukan. Artinya kalau kita menggunakan full virus, maka ada potensi terjadinya reaksi terhadap komponen-komponen virus yang lainnya. Itu kita minimalisasi. Tentunya prosesnya membutuhkan waktu yang lebih lama,” katanya.

Amin menegaskan, pihaknya terus mengupayakan untuk mempercepat proses pembuatan vaksin Merah Putih sehingga bisa segera diproduksi.

“Berbagai upaya sudah kita usahakan. Tapi ada bagian-bagian yang harus dipahami bersama. Misalnya, kalau virus itu tumbuh kita tidak paksakan vaksin itu cepat. Sel-sel lain yang kita pakai dalam proses itu dia membuat memiliki proses kecepatan pertumbuhan yang harus kita ikuti,” tuturnya.

“Misalnya dia mintanya tumbuh dalam waktu 3 hari misalnya, kalau kita sudah hentikan pertumbuhannya misalnya 2 hari, maka produknya belum optimum. Nanti malah kita khawatir akan mempengaruhi produknya. Jadi di laboratorium mau tidak mau mengikuti kecepatan pertumbuhan makhluk-makhluk hidup yang kecil itu,” jelas Amin.

Amin mengatakan, proses percepatan yang bisa dilakukan saat ini salah satunya adalah dalam prosedur administrasinya yang dipersingkat.

“Tapi yang kita percepat adalah beberapa prosedur administrasinya. Jadi ceritanya di uji klinik itu normalnya bisa memakan waktu bertahun-tahun, ini kita bisa Insya Allah kita selesaikan ini kita bisa selesaikan dalam waktu satu tahun,” pungkasnya.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement