10 Honai Terbakar dan 4 Warga Terluka dalam Bentrok Warga di Wamena

Chanry Andrew S, iNews · Kamis 20 Agustus 2020 08:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 20 340 2264857 10-honai-terbakar-dan-4-warga-terluka-dalam-bentrok-warga-di-wamena-Hjor3lkp8Q.jpg Bentrok warga di Wamena. Foto: dok.Polisi

WAMENA - Dua kelompok warga di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, terlibat bentrok. Akibatnya 4 penduduk setempat terluka dan 10 Honai ( rumah tradisional penduduk asli Wamena ) terbakar.

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen mengatakan, bentrok dua kelompok warga ini terjadi kemarin tepatnya di perbatasan Distrik Pelebaga dengan Distrik Hubikosi.

"Bentrok 2 kelompok warga terjadi antara Kampung Husi Wuka, Distrik Pelebaga dengan warga Kampung Meagama, Distrik Hubikosi. Lokasi bentrok 2 kelompok warga terjadi antara perbatasan Distrik Pelebaga dengan Distrik Hubikosi,” ujarnya.

Menurut Dominggus bentrok dua kelompok warga ini terjadi dipicu kasus pembunuhan yang terjadi pada Selasa 18 Agustus 2020.

Tak ada korban jiwa dalam bentrok antara dua kelompok warga tersebut. Namun terdapat sejumlah orang atau warga yang mengalami luka-luka.

"Dari laporan yang saya dapatkan dari anggota, tidak korban jiwa dalam bentrok ini, hanya ada sekitar empat orang penduduk setempat yang mengalami luka-luka. Ada juga yang mengalami luka ringan, namun warga tak melapor kepada pihak kepolisian,” ungkap Rumaropen.

Baca Juga: Polisi Selidiki Bentrok Warga di Sentani Sebabkan 8 Rumah Dibakar

Dalam kejadian pada Rabu 19 Agustus 2020 itu, menurut Rumaropen sebanyak 10 Honai terbakar dan empat orang penduduk setempat terluka. Korban luka saat ini telah di rawat di RSUD Wamena.

Untuk mengantisipasi adanya bentrok susulan, ratusan polisi disiagakan di lokasi yang merupakan titik kumpul dua kelompok warga yang bertikai. Situasi Kamtibmas di Wamena umumnya kondusif. Warga diimbau untuk mewaspadai informasi hoax atas peristiwa ini.

"Anggota kami telah disiagakan di dua lokasi dua kelompok warga, kami terus melakukan upaya mediasi terhadap kedua kubu yang bertikai. Situasi Kamtibmas kondusif yah, saya berharap warga masyarakat untuk tidak terprovokasi atas isu-isu hoax. Warga masyarakat juga tetap tenang. Aparat keamanan telah berhasil meredam pertikaian ini," tandas Rumaropen.

Dari penelusuran Sindonews.com, bentrok dua kelompok warga ini berawal dari adanya tindak pidana pembunuhan yang terjadi pada 18 Agustus 2020 lalu. Seorang Kepala desa yakni kepala desa Meagama. Korban ditemukan tewas di jalan Safri Darwin, Wamena.

" Ini berita awal penemuan mayat tgl 18 Agustus 2020. Ini kepala desa Meagama, jadi yang tikam masyarakat pelebaga, karena ada satu orang masyarakat pelebaga yang sudah lama hilang dan tidak pulang kerumah, terakhir diketahui orang ini meninggal, jadi masyarakat pelebaga curiganya kalau yang bunuh adalah dari meagama, makanya dari pelabaga tikam kepala desa meagama dan bapak desanya meninggal sehingga keluargax tidak terima dan mereka mencari masyarakat yg berasal dari pelebaga, dan satu org dijumpai di safri darwin dan ditikam

Ini informasi yg kami terima, karena kami barusan tlp keluarga dari bapak desa yg meninggal" ungkap salah seorang warga Wamena, yang enggan namanya diberitakan.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini