Potret Penjara Tua Kema, Peninggalan Bangsa Portugis di Minahasa Utara

Subhan Sabu, Okezone · Sabtu 22 Agustus 2020 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 22 340 2265743 potret-penjara-tua-kema-peninggalan-bangsa-portugis-di-minahasa-utara-MECpg37V2Y.jpg Penjara Tua peninggalan penjajahan Portugis yang masih tersisa (foto: Subhan/Okezone)

MINUT - Penjara Tua Kema yang terletak di Desa Kema II, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara merupakan peninggalan bangsa Portugis yang dibangun pada tahun 1585. Penjara tersebut didirikan sebagai tempat untuk menahan orang-orang yang melawan bangsa Portugis dalam rangka perdagangan rempah-rempah.

Penjara tua tersebut letaknya sekira 500 meter dari pantai. Dahulu kala, kawasan di sekitar penjara itu merupakan pelabuhan atau bandar kema dan banyak disinggahi pedagang dari Portugis, Arab, China hingga Belanda.

Penjara tua kema sendiri dahulu merupakan bagian dari sebuah benteng pertahanan besar yang dibangun menghadap laut oleh Portugis untuk mencegah ekspansi Spanyol.

penjara tua1 

Tokoh masyarakat setempat Ismet Jailani mengatakan bahwa pada waktu itu, ada persaingan antara Spanyol dan Portugis sehingga dibangunlah benteng pertahanan tersebut.

"Waktu itu, ada persaingan antara Spanyol dan Portugis, benteng itu dibangun untuk mencegah ekspansi Spanyol," kata Ismet, Sabtu (22/8/2020).

Sayangnya benteng tersebut telah hancur akibat pemboman yang dilakukan oleh Belanda sehingga hanya menyisakan penjara tua yang letaknya berada di belakang benteng sehingga tidak ikut hancur. Sisa-sisa puing dari bekas benteng masih ada namun sudah tertutup oleh pemukiman penduduk.

Saat diambil alih oleh Belanda, Penjara itu jadi tempat tahanan terakhir sebelum dieksekusi, yang ditahan di sini adalah tokoh politik serta pemberontak. Imam Bonjol, pejuang dalam Perang Paderi bersama 10 pengikutnya pernah ditahan di sini sebelum dibawa ke Pineleng.

Kyai Modjo juga pernah mendekam di penjara ini sebelum dibuang ke Tondano. KH Arsyad Thawil, tokoh utama perang Geger Cilegon 1888 juga pernah ditahan disini. Di jaman penjajahan Jepang, banyak orang Belanda dijebloskan dalam penjara tua oleh Jepang lantas dibunuh.

Aura mistis di penjara tua kema ini turut dirasakan oleh penduduk sekitar. Ada yang mendengar suara orang menjerit kesakitan seperti dipukul, ada juga suara kera. Bahkan warga pernah melihat ular besar keluar dari penjara.

"Warga pernah melihat ular yang sangat besar dan panjang seperti naga, katanya ular itu menjaga tempat itu," ujar Ismet.

Sigit Yahya, warga sekitar mengatakan pernah ada seorang pengunjung yang mengalami kejadian aneh saat berkunjung ke lokasi penjara.

"Waktu itu saat pengunjung itu membuka salah satu pintu penjara, dia melihat ada pria tua berbaju dan bersorban putih sedang duduk di dalam penjara, dia pun tidak jadi masuk," kata Sigit.

 penjara 3

Penjara Tua Kema ini terletak di antara pemukiman penduduk. Untuk sampai di situs Penjara Tua Kema ini harus melewati gang diantara bangunan rumah penduduk. Bentuknya menyerupai gudang dengan ukuran panjang 10 meter, lebar 7.50 meter dan tinggi tembok 4 meter atau 7.25 meter sampai ke ujung atap.

Ruangannya terdiri dari 3 bilik dan memiliki pintu sendiri. Masing-masing bilik tahanan ada yang berukuran 4×4 meter, ada yang 2.5×4 meter dan ada yang 3.5×10 meter sedangkan koridor di bagian tengah berukuran 3×4 meter.

Salah satu pintu penjara masih merupakan kayu asli sejak pertama kali penjara itu dibangun, sementara dua pintu kayu lainnya sudah diganti. Dinding di dalam dan di luar penjara sudah banyak yang terkelupas. Penjara ini sudah dua kali dipugar namun tidak merubah bentuk aslinya.

Tempat ini kini sudah jadi objek wisata, yang banyak dikunjungi wisatawan. Banyak turis asing maupun lokal yang kagum dengan penjara ini, mereka tahan berlama - lama meski yang ada hanya ruang kosong.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini