Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sepenggal Asa dari Pedalaman Kabupaten di 'Kepala Burung' Papua

Salman Mardira , Jurnalis-Minggu, 23 Agustus 2020 |07:30 WIB
 Sepenggal Asa dari Pedalaman Kabupaten di 'Kepala Burung' Papua
Kondisi jalan di Trans Papua Barat di Tambrauw (foto: Okezone.com/Salman Mardira)
A
A
A

JAELAN lihai menjaga kemudi mobil melibas Jalan Trans Papua Barat di Kabupaten Tambrauw yang bertabur kubangan bak medan off road. Mobil 2 gardan yang disetirnya tersenggal-senggal karena hampir sebagian bannya masuk ke lumpur.

"Ini jalan baru dikasih tanah (timbun) sudah rusak lagi," kata pria asal Buton, Sulawesi Tenggara yang merantau ke Papua Barat, kini mengadu nasib sebagai sopir yang sering menjelejah Sorong-Tambrauw.

Jaelan sudah hafal betul jalanan Sorong-Tambrauw. Pengalaman membuatnya begitu jago menerabas jalan seperti bubur yang membelah hutan lebat di Tambrauw, daerah yang terletak di kepala burung pada peta Pulau Papua.

Okezone menjelajah Tambrauw bersama tim dari Kemenparekraf, 18-20 Agustus 2020. Perjalanan darat dimulai dari Kota Sorong hingga Saosapor dan Bikar sekitar 120 kilometer lebih. Jalan membelah hutan, penuh tanjakan dan turunan terjal dan berliku-liku. Kiri-kanan hutan, jurang curam dan terlihat hamparan Samudera Pasifik

 Jalan bubur di Papua

Jaelan membawa Okezone dan dua pungga National Geographic dengan mobil dooble cabin 4x4. Jaelan sering pulang pergi Sorong-Tambrauw, hafal betul jalanan ini.

Menurutnya, jalanan Tambrauw hanya bisa dilintasi mobil bertenaga ekstra dan ban besar, mengingat medannya sangat berat. Namun, mobil 2 gardan juga tak ada jaminan bisa berjalan mulus.

Beberapa bulan lalu, Jaelan punya pengalaman pahit. Dia menyetir sendiri dari Saosapor ke Sorong. Di tengah hutan Klabili, Distrik Samlekai, mobilnya terjebak dalam lumpur.

"Dulu jalan ini dulu kubangan," kata Jaelan memperlihatkan titik di mana dia pernah semalam terjebak.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement