Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sepenggal Asa dari Pedalaman Kabupaten di 'Kepala Burung' Papua

Salman Mardira , Jurnalis-Minggu, 23 Agustus 2020 |07:30 WIB
 Sepenggal Asa dari Pedalaman Kabupaten di 'Kepala Burung' Papua
Kondisi jalan di Trans Papua Barat di Tambrauw (foto: Okezone.com/Salman Mardira)
A
A
A

Selama ini, petani di Klabili memetik sayur pagi hari lalu baru bisa membawa ke Sorong pada siangnya. Karena jalan rusak, waktu tempuh lebih lama sehingga sampai ke Sorong kadang sore hari.

"Jadi sayur baru bisa dijual besok pagi, sayurnya sudah layu, siapa yang mau beli kita punya sayur?" Katanya.

Jalan rusak juga menyulitkan warga mengakses rumah sakit umum (RSU) ketika butuh perawatan. Di Samlekai hanya ada Puskesmas dengan fasilitas dan tenaga medis seadanya. Sedangkan kalau sakit keras harus dirujuk ke Sorong.

Menurut Ones, membawa orang sakit keras melewati jalan rusak seperti di Tambrauw hanya akan mempercepat kematiannya.

"Kalau bawa orang hamil bisa melahirkan di jalan," kata Ones.

Selain berdampak pada perekonomian, jalan rusak juga membahayakan warga. "Apalagi di sini banyak sekali tanjakan, kalau jalan rusak begini sangat membayakan buat masyarakat, rawan sekali kecelakaan," tutur Ones.

Pada 2019 sebelum Covid-19 mewabah, Ones ingat ada seunit mobil mengangkut warga terguling diduga kuat karena jalan yang rusak sangat licin akibat hujan. Satu orang tewas dan dua lainnya luka-luka.

Bupati Gabriel Asem juga meminta pemerintah pusat mempercepat pengaspalan jalan nasional di Tambrauw, karena ini menjadi infrastruktur dasar dalam peningkatan ekonomi daerahnya.

"Ini semoga ada perhatian khusus dalam infrastruktur jalan," ujarnya.

Selain hasil bumi, Tambrauw memiliki potensi pariwisata alam. Untuk pengembangannya, manurut Gabriel, butuh infrastruktur dasar seperti jalan.

"Tambrauw ini kabupaten konservasi, otomatis flora dan fauna yang didapat di dalamnya terjaga dengan baik, dan itu jadi sasaran destinasi yang nanti dikunjungi. Peminat wisata birdwatching dan pegunungan ini sangat banyak, sama dengan alam bawah laut," tutup Gabriel.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement