Pegawai Meninggal, Carrefour Tutupi Mayatnya dengan Payung dan Tetap Buka

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 24 Agustus 2020 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 18 2266572 pegawai-meninggal-carrefour-brasil-tutupi-mayatnya-dengan-payung-dan-tetap-buka-J8jTqsYl9k.jpg Foto: Twitter/@The_Real_Fly.

BRASILIA – Sebuah toko Carrefour di Brasil menutupi mayat seorang pegawainya yang meninggal saat bekerja dengan payung dan kotak karton sementara toko tetap buka dan beroperasi seperti biasa. Tindakan toko itu menimbulkan kemarahan setelah kejadian tersebut viral di media sosial.

Insiden itu terjadi di sebuah toko di timur laut Negara Bagian Recife pada 14 Agustus, tetapi baru terungkap minggu ini, di tengah banjir kritik di media sosial karena jenazah tidak diangkat dan toko tidak ditutup.

Menurut pernyataan dari pihak toko, Manajer Penjualan Manoel Moisés Cavalcante, (59), menderita serangan jantung saat bekerja. Pertolongan pertama diberikan tetapi Cavalcante meninggal di toko. Setelah pria itu meninggal, pihak Carrefour Brasil mengatakan 'mengikuti pedoman untuk tidak memindahkan jenazah dari tempatnya.'

Manoel Moises Cavalcante meninggal saat bekerja di toko. (Carrefour)

Pihak Carrefour Brasil telah meminta maaf, mengatakan bahwa insiden itu tidak ditangani dengan tepat.

"Perusahaan keliru dengan tidak menutup toko segera setelah apa yang terjadi untuk menunggu upacara pemakaman, serta tidak menemukan cara yang benar untuk merawat jenazah," kata pernyataan yang dilansir Daily Mail.

Anak perusahaan lokal Carrefour SA Prancis, salah satu jaringan ritel terbesar di Brasil, mengatakan sekarang telah mengubah pedomannya untuk memasukkan penutupan wajib toko di masa depan.

"Kami meminta maaf kepada keluarga dan siap mendukung mereka dengan cara apapun yang diperlukan," kata Carrefour dalam pernyataannya.

Ini bukan kontroversi pertama seputar cara Carrefour menangani insiden di tokonya di Brasil.

Pada 2018, seorang penjaga keamanan di sebuah toko di Negara Bagian Sao Paulo membunuh seekor anjing jalanan setelah memukulnya dengan batang logam, sebuah kasus yang menyebabkan kemarahan di media sosial dan pada kelompok kesejahteraan hewan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini