Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Meriahkan Hari Perumahan Nasional, PUPR Resmikan Pameran Virtual Perumahan Bersubsidi

Agustina Wulandari , Jurnalis-Selasa, 25 Agustus 2020 |21:35 WIB
Meriahkan Hari Perumahan Nasional, PUPR Resmikan Pameran Virtual Perumahan Bersubsidi
Foto : Dok.Okezone
A
A
A

JAKARTA – Di tengah pandemi yang masih berlangsung, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali meresmikan Pameran Virtual Perumahan Bersubsidi Pertama di Indonesia. Peresmian Pameran Virtual ini dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono, Direktur Rumah Umum dan Komersial PUPR Muhammad Hidayat, dan Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin.

Pameran virtual ini digelar selama 5 hari berturut-turut dari 25 – 29 Agustus 2020 bertepatan dengan Hari Perumahan Nasional (Hapernas 2020) yang jatuh pada 25 Agustus 2020.

Direktur Rumah Umum dan Komersial PUPR, Muhammad Hidayat mengatakan acara ini juga menampilkan sayembara foto, video serta lomba menulis artikel dalam memperingati Hapernas 2020.

“Pameran virtual ini merupakan kerjasama antara PUPR dan pemangku kepentingan, seperti Perumnas dan 13 bank pelaksana, diantaranya Bank BTN, BNI, BRI, Mandiri, BTN Syariah, BRI Syariah, BJB, Bank Jatim Syariah, Bank Sumsel Babel, Bank Sulteng, Bank Kalsel Syariah, Bank NTB Syariah dan terakhir Bank Kepri Syariah,” ujar Hidayat kepada media di Ruang Pendopo Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (25/08/2020).

Ia menambahkan pada pameran ini terdapat booth Kementerian PUPR dan 13 booth Bank pelaksana penyalur dana FLPP serta satu pengembangan perumahan.

"Masyarakat juga dapat menggunakan fasilitas "tanya kita'' untuk mengetahui berbagai hal terkait dengan rumah yang belum mereka ketahui kepada petugas jaga pameran," paparnya.

Hidayat juga menyampaikan, akad kredit massal KPR Sejahtera yang dimulai dari tanggal 1 – 25 Agustus 2020 dengan diikuti calon debitur sebanyak 16.180 yang terdiri dari 10.917 unit SSB dan 5.263 unit FLPP, yang disalurkan melalui 13 Bank pelaksana dengan rincian akad sebanyak 6.559 yang telah dilakukan pada tanggal 1-24 Agustus 2020.

"Khusus hari ini akan kita saksikan bersama akad kredit massal KPR Sejahtera sebanyak 9.621 di 144 lokasi di seluruh Indonesia. Dengan jumlah tersebut, menjadi titik balik keberhasilan sektor perumahan di tengah Pandemi yang menyebabkan penurunan di berbagai sektor," tutur Hidayat.

Pada kesempatan yang sama, Menteri PUPR, Basuki Hadimulyono mengungkapkan pameran ini bertujuan memberikan relaksasi kepada masyarakat. Ia mendukung relaksasi regulasi dalam rangka pelayanan tapi tidak untuk relaksasi kualitas rumah. Kualitas perumahan dan pengemabangan adalah bagian dari tugas Kementrian PUPR.

“Saya sangat mendukung relaksasi pelayanan yang mempermudah dan mempercepat tapi tidak untuk relaksasi kualitas perumahan,” ujar Menteri Basuki.

Ia menambahkan bahwa ada hak-hak konsumen masih ada yang belum diketahui. Terutama tentang bantuan uang muka Rp4 juta dari pemerintah yang diperuntukkan bagi konsumen.

“Jadi dalam rangka akad rumah ini sampaikan ke konsumen bahwa mereka mendapat hak uang muka 4 juta, termasuk bunganya 5%,” ungkapnya.

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan, dengan pameran virtual ini masyarakat tidak perlu keluar rumah untuk mencari dan membeli rumah. Bahkan masyarakat bisa mencari rumah dari Aceh sampai Papua melalui aplikasi Si Kasep. Dengan Si Kasep, masyarakat bisa mencari lokasi rumah yang diinginkan se-detail mungkin. Syaratnya pun mudah hanya dengan menyertakan NPWP dan KTP.

Menteri Basuki juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Bank penyalur dalam rangka PEN. Ia juga menegaskan kepada para pengembang agar menjaga kualitas perumahan untuk para konsumen, bahwa kualitas bangunan dan lingkungan harus di cek untuk meningkatkan kenyamanan hunian konsumen.

Ia berharap bahwa dengan hapernas ini mengingatkan pada program prioritas, salah satunya perumahan ini harus jadi prioritas pembangunan ke depan ini. Jadi 5 tahun sudah kita lakukan, ke depan 5 tahun, makanya anggarannya naik terus.

“Kalau sekarang FPLPP 11 tahun 2021 itu 16 koma sekian tambah 2 lagi kira kira 18, jadi ini menunjukan prioritasiasi perumahan terus meningkat,” pungkas Menteri Basuki.(***)

CM

(Yaomi Suhayatmi)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement