Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terpapar Covid-19, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Hadiri Rapat dengan Gubernur Anies

Bima Setiyadi , Jurnalis-Selasa, 25 Agustus 2020 |11:11 WIB
  Terpapar Covid-19, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Hadiri Rapat dengan Gubernur Anies
ilustrasi: shutterstock
A
A
A

JAKARTA- Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta yang terpapar Covid-19 dipastikan tidak menularkan virus saat rapat pimpinan (Rapim) dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pasalnya, rapim tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

(Baca juga: Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Positif Covid-19)

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DKI Jakarta, Chaidir mengatakan, Pemprov DKI Jakarta berupaya tetap bekerja maksimal meski di tengah pandemi Covid-19.

Rapim yang membahas isu penting ini, masih dilakukan secara tatap muka atau kehadiran fisik, namun sebagian besar diadakan secara virtual melalui konferensi video. Pelaksanaannya pun menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya, peserta rapim diwajibkan menggunakan masker selama rapim, pengaturan tempat duduk berjarak minimal 1 meter. Pihaknya juga menyiapkan hand sanitizer di luar ruang rapim. Selain itu, para pejabat telah melakukan test COVID-19 secara mandiri, sehingga yang hadir rapim dipastikan dalam kondisi sehat.

Pada Rapim 19 Agustus lalu yang dihadiri Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzy Marsitawati, Chaidir mengungkapkan, seluruh peserta yang hadir rapim saat itu telah menjalani pemeriksaan COVID-19 dan dalam keadaan yang sehat.

"Yang bersangkutan (Suzy Marsitawati) menjalani tes swab mandiri pada saat libur nasional dan cuti bersama, hasilnya keluar pada Senin kemarin dan positif. Tapi, perlu saya tegaskan bahwa pada saat rapim 19 Agustus lalu, peserta rapim telah mengikuti prosedur tes COVID-19 terlebih dahulu, dan dinyatakan sehat,” kata Chaidir di Balai Kota Jakarta, pada Selasa (25/8).

“Penularan tidak terjadi di ruangan rapim karena kami sudah menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat," sambungnya.

Dia menjelaskan, , penerapan protokol kesehatan yang ketat akan terus diberlakukan di lingkungan pegawai Pemprov DKI Jakarta. Rapim fisik masih diadakan untuk pembahasan hal-hal yang penting dengan penerapan prosedur protokol kesehatan yang ketat tersebut.

"Peserta rapat harus duduk berjarak, harus memakai masker, sehingga harapannya bisa mencegah penularan virus. Untuk pegawai yang terkonfirmasi COVID-19, dapat melapor pada BKD dan melakukan isolasi mandiri," pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement