Beredar Percakapan Mesra di WA Diduga Sekda Bondowoso dengan PNS Dokter

Riski Amirul Ahmad, iNews · Kamis 27 Agustus 2020 19:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 519 2268607 beredar-percakapan-mesra-di-wa-diduga-sekda-bondowoso-dengan-pns-dokter-xbWosHXrUK.jpg Sekda Syaifullah (foto: iNews)

BONDOWOSO - Beredar beberapa foto tangkapan layar percakapan WhatsApp seorang perempuan bersama seorang pejabat yang diduga Sekda Bondowoso. Screenshot tersebut viral karena berisi kata-kata mesra dan romantis.

Dalam foto layar yang tersebar di grup WhatsApp dan beberapa jejaring media sosial ini, percakapan keduanya terjadi sejak beberapa bulan silam, tepatnya sekitar Februari 2020, dimana berisi percakapan kata-kata indah dan romantis.

Sekretaris Daerah Bondowoso, Syaifullah ketika dikonfirmasi tentang beredarnya screenshot percakapan pribadi tersebut tidak secara tegas membantah atau mengiyakan. Dirinya mengatakan bahwa perempuan itu memang bernama Hayu, yang merupakan PNS dokter gigi, dan saat itu ada masalah perceraian. Syaifullah mengaku hanya membantu mempercepat prosesnya.

Sekda Bondowoso

Syaifullah membantah adanya chat yang tidak senonoh, bahkah bersumpah tidak melakukan apa-apa dengan perempuan tersebut.

“Kalau percakapan mungkin ya, karena semua orang kan melakukan itu. Tapi kalau sampai yang kotor-kotor saya nggak,” kata Syaifullah membantah.

Selain itu, Syaifullah mengaku juga membantu proses serupa yakni mempercepat proses perceraian dan izin untuk menikah. Hanya sebatas memberikan saran, tidak sampai jauh harus mengantar ke pengadilan untuk proses perceraian dengan suaminya.

Sekda Bondowoso3

“Mohon maaf ya, misal saya harus hantarkan Hayu ke pengadilan, ya tidak..Hayu kamu lakukan ini, tidak ada saya nanti Hayu saya dampingi, tidak ada itu. Jadi semua saya perlakukan sama ASN itu, banyak juga, bukan hanyma Hayu, wanita yang lain banyak,” tuturnya.

Sementara, Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara detail perihal percakapan viral tersebut. Namun jika terbukti dan berkaitan dengan kode etik, maka akan dilakukan pemeriksaan oleh inspektorat provinsi.

“Saya tidak berani menyimpulkan karena belum tahu secara detail. Tetapi akan ada pemeriksaan dan itupun yang berwenang melakukan pemeriksaan pak Sekda ini adalah inspektorat provinsi,” jelas Irwan.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini