Miliki Manfaat sebagai Immunodulator, Jahe Merah Segera Diuji Klinis

Fitria Dwi Astuti , Okezone · Jum'at 28 Agustus 2020 19:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 1 2269177 miliki-manfaat-sebagai-immunodulator-jahe-merah-segera-diuji-klinis-YGppZ2VyHR.jpg Foto: Dok Bintang Toedjoe

JAKARTA – Kepala Badan POM, Penny K Lukito menegaskan, klaim khasiat suatu obat harus dibuktikan melalui data empiris atau secara ilmiah lewat uji praklinis dan uji klinis sebelum beredar di masyarakat.

Uji praklinis merupakan tahap yang meneliti zat serta kandungan apa saja yang terkandung dalam obat. Pada tahap ini juga akan dilakukan uji coba kepada hewan yang memiliki gen serupa dengan manusia.

Pengujian tersebut bisa dilakukan ke berbagai jenis hewan, seperti marmut dan monyet atau tikus. Tujuannya, melihat apakah khasiat obat tersebut terbukti di hewan dan aman untuk manusia.

Setelah itu, dilakukan uji klinis pada manusia yang meliputi 3 fase, yakni fase I, II, dan III. Uji klinis fase I akan melibatkan 50-100 orang untuk melihat keamanannya. Jika lulus, baru bisa dilanjutkan ke fase II.

Pada fase II, uji klinis akan melibatkan 100-400 orang untuk melihat efektivitas obat tersebut, seperti dapat menghasilkan kekebalan, efektivitas penyembuhan, hingga melihat efek samping.

Pada uji fase III, obat kembali diuji kepada ribuan orang untuk lagi-lagi menguji khasiat, efektivitas, serta reaksi atau efek samping yang muncul.

Tahapan uji praklinis dan uji klinis tersebut tidak hanya berlaku untuk obat kimia dan vaksin, tapi juga berlaku untuk obat dan ramuan herbal.

Jahe merah segera diuji klinis

Contohnya, sejak pandemi virus corona merebak, pamor tanaman herbal jahe merah naik dan banyak diburu masyarakat karena disebut-sebut bisa menyembuhkan virus corona.

Jahe merah atau Zingiber officinale var. rubrum merupakan salah satu jenis tanaman rimpang jahe berwarna merah dengan ukuran yang lebih kecil dari jahe putih.

Mengutip laman biotek.lipi.go.id, jenis jahe ini merupakan varietas unggul karena memiliki kandungan senyawa aktif lebih tinggi dibandingkan varietas jahe lainnya sehingga lazim digunakan sebagai bahan baku obat-obatan tradisional.

Kepala Kelompok Penelitian Center for Drug Discovery and Development, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Masteria Yunovilsa Putra mengatakan, jahe merah memiliki manfaat sebagai immunomodulator untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia.

Masih mengutip sumber yang sama, kandungan gingerol dan shogaol merupakan senyawa yang membuat jahe merah memiliki efek immunomodulator.

Menurut Masteria, efek tersebut yang bermanfaat dalam pencegahan dan membantu dalam pemulihan penyakit akibat virus corona. Jahe merah juga memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan.

“Secara umum, coronavirus menyebabkan gejala peradangan berlebih pada paru-paru. Aktivitas anti-inflamasi yang dimiliki oleh jahe merah dapat meredakan gejala tersebut,” kata Masteria.

Selain untuk daya tahan tubuh, jahe merah juga memiliki berbagai manfaat lain, seperti menurunkan tekanan darah, antibakteri, menurunkan asam urat, menurunkan kadar kolesterol, dan afrodisiak.

Jahe merah pun bermanfaat untuk mencegah penyakit kronis degeneratif, seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes pada orang-orang lanjut usia (lansia).

Karena berbagai manfaat tersebut, PT Bintang Toedjoe berinisiatif akan melakukan tahap uji klinis terhadap khasiat tanaman herbal jahe merah sebagai immunomodulator Covid-19.

PT Bintang Toedjoe adalah perusahaan farmasi yang menghasilkan produk obat-obatan dan jamu yang banyak memanfaatkan tanaman herbal. Seperti produk Bejo Jahe Merah dan Bejo Susu Jahe Merah yang memiliki kandungan jahe merah di dalamnya dan telah bekerja sama dengan banyak petani yang tersebar di seluruh Indonesia. Dimana ekosistem jahe merah sudah terbentuk sejak 2015 dengan menggandeng ekstraktor untuk memastikan standar kualitas eksrak jahe merah.

Dalam melakukan tahap uji klinis itu, PT Bintang Toedjoe akan bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Untuk memastikan uji klinis jahe, pastikan Anda bergabung dalam webinar tentang Penegakan Hoax atau Fakta Uji Klinis Jahe Merah sebagai Immunodulator pasien Covid-19, yang akan diselenggarakan pada 31 Agustus 2020. Untuk Dokter dapat  segera mendaftar webinar (Dapatkan SKD IDI) lewat link  berikut ini:  bit.ly/kd-webinar44 dan sementara untuk umum dapat mendaftar lewat link : bit.ly/ujiklinisjahemerah

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini