Heboh Medsos Wali Kota Malang Dicatut untuk Minta Uang dan Jualan Pulsa

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 28 Agustus 2020 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 519 2268921 heboh-medsos-wali-kota-malang-dicatut-untuk-minta-uang-dan-jualan-pulsa-i0rhyDsDD7.jpeg Foto: Tangkap layar Facebook yang mengatasnamakan Wali Kota Malang Sutiaji

KOTA MALANG - Walikota Malang Sutiaji dicatut oleh oknum tak bertanggungjawab dengan menggunakan nama akun media sosial (medsos) Facebook yang sama.

Akun Facebook bernama Sutiaji lengkap dengan foto – foto orang nomor satu di Kota Malang itu, kemudian menggunggah tawaran mulai pembelian pulsa, token listrik, hingga pembayaran PDAM dengan harga murah.

Bahkan oknum yang mengatasnamakan Wali Kota Malang Sutiaji di Facebook tersebut juga sampai melakukan percakapan melalui messanger ke pengguna Facebook lain untuk meminta pembayaran pulsa.

Dikonfirmasi Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto memastikan Sutiaji telah lama tak menggunakan akun Facebook, sehingga bila ada akun bernama Sutiaji dengan foto profil yang sama dengan Walikota Malang tersebut, Widianto mengungkapkan itu bagian dari modus penipuan.

“Akun sosial media Facebook Bapak Walikota. Membuat status dan juga memanfaatkan layanan chat messenger Facebook untuk meminta bantuan. Maka atas hal tersebut, dan setelah kami konfirmasi langsung ke Bapak Walikota, bahwa itu semua tidak benar,” ujar Widianto ditemui Okezone, pada Jumat (28/8/2020).

"Jadi, kami tegaskan semua FB yang menggunakan profil Walikota Malang, Bapak Sutiaji, semuanya sudah resmi tidak difungsikan dan tidak atas nama Beliau alias tidak benar,” tegas Widianto kembali.

Sementara itu, Walikota Malang Sutiaji turut angkat bicara mengenai adanya oknum tak bertanggungjawab yang memanfaatkan namanya di akun facebook. Dirinya meminta masyarakat untuk waspada dan tidak mudah percaya, meski sejauh ini belum ada laporan adanya korban dari ulah oknum tak bertanggungjawab tersebut.

“Apalagi modusnya minta minta bantuan. Laporkan saja, dan semoga pelaku menyadari bahwa perbuatannya bisa berkonsekuensi pidana,” papar pria kelahiran Lamongan ini.

Menurut Sutiaji, modus penggunaan nama, jabatan baik melalui sosial media atau telepon, masih sering muncul dan itu mengambil ruang dimana masyarakat memang lagi "tersandera" dengan ragam alat komunikasi sosial media. Masyarakat harus berhati hati, terus menguatkan literasi dan bijak bersosial media.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini