Untuk diizinkan masuk ke dalam kuil, orang-orang harus terlebih dahulu mengukur suhu mereka di gerbang abu-abu yang menyerupai detektor logam. Di dalam masjid, lantai karpet ditandai, menunjukkan jarak yang tepat yang harus dijaga antara jamaah saat mereka berdoa.
BACA JUGA: Kaum Syiah Irak Peringati Kematian Imam Husein di Tengah Lonjakan Covid-19
Gulungan besar dari seprai nilon mencegah orang mencium dinding, tanda penghormatan yang biasa dilakukan.
Meski begitu, prosesi seperti memukuli dada dan mencambuki diri, yang dilakukan beberapa jamaah selama perayaan masih tetap terlihat.
Bagi warga Muslim-Syiah, yang jumlahnya lebih 10% dari total 1,8 miliar umat Muslim dunia, mengenang Hussein merupakan peristiwa emosional di mana banyak yang menangisi kematiannya dalam pertempuran Karbala. Peristiwa ini memicu perpecahan antara Sunni dan Syiah.
(Rahman Asmardika)