JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengkhawatirkan tingginya kasus Covid-19 yang terjadi saat ini seperti fenomena gelombang kedua flu Spanyol yang berlangsung pada 1918-1920.
Gelombang kedua pandemi influenza saat itu tercatat sebagai paling mematikan. Sebanyak 20 hingga 50 juta masyarakat meninggal dunia akibat terjangkit flu Spanyol. Angka tersebut lebih banyak dari korban tewas selama perang dunia I.
"Saya mengkhawatirkan potensi semakin melonjaknya kasus Covid baik yang terdeteksi, dan tidak terdeteksi di Indonesia akibat masyarakat yang sudah jenuh. Sehingga abai dan pemerintah yang juga didera tekanan akibat dampak ekonomi. Fenomena yang hampir mirip dengan pandemi flu spanyol tahun 1918-1920," kata Dicky kepada Okezone, Selasa (1/9/2020).
Dicky mengingatkan, agar berbagai pemerintah melakukan kajian serta persiapan yang matang sebelum melonggarkan berbagai sektor ekonomi selama pandemi Covid-19. Ia pun menegaskan bahwa pandemi corona belum berakhir.

"Pembukaan bioskop berisiko tinggi dan perlu kajian serta persiapan matang. Untuk jalur sepeda bisa mendukung strategi pengendalian pandemi (karena mengurangi kapasitas penumpang umum). Jika dipersiapkan baik protokol kesehatan dan diedukasi terus menerus," terangnya.