“Namun karena rumah sakit rujukan pun sudah banyak yang penuh, akibatnya pasien harus menunggu di ruang IGD kami sampai rumah sakit rujukan ada. Akibatnya tidak jarang meninggal juga karena terlambat dapat perawatan intensif,” katanya.
Menurutnya, jumlah pasien menjadi tinggi sehingga tidak lagi sebanding dengan jumlah dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang melayani. Ketidakseimbangan ini menyebabkan kelelahan pada tenaga kesehatan.
“Apalagi ini terus berlangsung berbulan-bulan, yang menyebabkan imunitas akan menurun sehingga tenaga kesehatan berpotensi mudah terinfeksi Covid-19 dan berujung kematian,” tutupnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.