Kisah Rehan, Bocah "Badut" Mengamen Sejak Pagi Demi Bantu Ekonomi Keluarga

Tim Okezone, Okezone · Selasa 01 September 2020 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 340 2270873 kisah-rehan-bocah-badut-mengamen-sejak-pagi-demi-bantu-ekonomi-keluarga-7MOWEtb2hF.jpg Foto: Screenshoot dari akun Facebook @Vanny.

JAKARTA – Setiap anak semestinya menghabiskan masa kecil dengan belajar dan bermain. Namun sayangnya tidak semua bocah dapat menikmati hak seperti itu.

Contohnya seperti kisah yang diunggah oleh akun Facebook @Vanny. Ia menceritakan seorang anak bernama Rehan mesti mencari uang dengan cara menjadi badut jalanan.

Hal itu dilakukan untuk membantu perekonomian keluarga, dan Rehan menjalaninya sejak pagi. Penasaran seperti apa kisahnya, berikut selengkapnya sebagaimana unggahan @Vanny pada 25 Agustus 2020 yang dilihat dan dikutip Okezone pada Selasa (1/9/2020).

Setiap hari Rehan harus bangun pagi-pagi betul agar atraksinya bisa disaksikan oleh para pekerja kantoran dan warga di sekitar Jalan Gatot Subroto.

Bagi sebagian orang, atraksi badut jalanan yang disuguhkan Rehan dinilai ampuh untuk mengusir rasa suntuk di tengah padatnya Jalan Gatot subroto. Namun, ada beberapa hal penting yang luput dari pikiran mereka. Pertunjukkan yang mereka anggap menarik itu sebetulnya dilakukan oleh anak di bawah umur, bahkan termasuk dalam kategori eksploitasi anak.

Menurut pengakuan Rehan, keputusannya menjadi Badut jalanan didasari oleh motif ekonomi agar ia bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibunya yang bekerja serabutan hanya mampu mengumpulkan uang untuk membayar biaya sewa kontrakan. Jika ada rezeki berlebih, uang tersebut sengaja disisihkan untuk biaya sekolahnya.

'Uangnya lumayan. Bisa buat beli Nasi bungkus untuk dibawa pulang ke rumah,' tutur Rehan.

Agar atraksinya menarik perhatian banyak orang, Rehan memperlihatkan jogetan kecilnya. Sementara untuk urusan kostum dan kepala boneka, Rehan mengaku selalu mengganti kostumnya setiap hari.

Sang penyedia kostum juga menyediakan beberapa pilihan kepala boneka yang didesain menyerupai tokoh-tokoh kartun, mulai dari Dora the Explorer, Upin dan Ipin, hingga Spongebob Squarepants.

Baca Juga: Viral Ribuan Warga Dangdutan di Zona Merah, Pemkab Tuban: Kami Kecolongan 

'Kepala dan bajunya saya sewa. Saya tidak tahu biayanya, karena ibu yang membayar,'ungkap Rehan sembari menyeka keringat yang menetes di kelopak matanya.

Setiap hari Rehan memang sengaja berangkat pagi-pagi buta, bahkan sebelum mentari pagi bersinar. Selain mengincar mobil-mobil yang terjebak macet, ia ingin menyisihkan waktu di sore hari untuk bermain bola di rumah.

Lepas Sholat Isya saya biasanya langsung pulang ke rumah bersama ibu, setelah ibu selesai beberes kebersihan halaman minimarket Jalan Gatot subroto kata Rehan.

Namun saat ditanya apakah ia dan ibunya nyaman dengan profesi mereka saat ini, Rehan mengaku senang dapat membantu memberikan uang tambahan kepada ibunya. Kendati demikian, Rehan tidak memungkiri bahwa terkadang ia merasa lelah karena harus berjalan hingga sejauh 10 Km dari rumahnya.

Sore senja bersama Bocah jalanan mengais rezeki di masa New Normal Kota Banjarmasin.”

Baca Juga: Viral! Uang Rupiah & KTP Warga Mojokerto Ditemukan di Markas ISIS 

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini