“Saya mau menanyakan ke bapak, rencana seperti apa, kurikulumnya bagaimana, apa beda bela negara dengan kewarganegaraan,” ujarnya di kesempatan sama.
Christina menyampaikan dukungannya karena, pihaknya khawatir dengan generasi muda Indonesia di tengah banyaknya arus informasi, nasionalisme sudah mulai berkurang, ditambah lagi persoalan radikalisasi.
“Di kampus-kampus pernah ada penelitian pro NKRI atau berdiri sendiri, ini cukup menakutkan. Jadi saya setuju dengan rencana itu tapi saya ingin mendengar dari bapak programnya seperti apa,” tambahnya.
(Angkasa Yudhistira)