Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penerapan Jam Malam Dinilai Bukan Strategi Utama Kendalikan Pandemi Covid-19

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Rabu, 02 September 2020 |07:30 WIB
 Penerapan Jam Malam Dinilai Bukan Strategi Utama Kendalikan Pandemi Covid-19
Penerapan jam malam di Kota Depok (foto: Dok Sindo)
A
A
A

JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, bahwa kebijakan menerapkan jam malam merupakan strategi tambahan untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

Ia menyatakan, bahwa Pemkot Depok dan Pemkot Bogor harus mengedepankan kebijakan utama dalam mengendalikan pandemi corona yakni dengan mengoptimalkan testing, tracing, dan treatment (3T).

"Penerapan jam malam akan sangat kasuistik dalam artian kalau di luar namanya red zone. Daerah hiburan malam dan segala macam maka akan efektif. Tapi yang strategi seperti ini itu kan sifatnya restriksi. Artinya pembatasan-pembatasan," kata Dicky saat dihubungi Okezone, Rabu (2/9/2020).

 Baca juga: 102 Orang di Bogor Positif Covid-19 sejak Pemberlakuan Jam Malam

Menurut Dicky, penerapan jam malam merupakan kebijakan tambahan sebagai strategi pelengkap agar kasus penularan Covid-19 bisa segera ditekan.

"Yaitu daerah itu harus diperkuat cakupan strategi testing-nya, tracing-nya sehingga dia bisa mendeteksi masalah di wilayahnya. Dia bisa mengetahui siapa yang terinfeksi, siapa dan kelompok usia mana sehingga dia cepat melakukan isolasi dan karantina dan cepat melakukan pelacakan," ucap Dicky.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement