Ning Ita menambahkan, bahwa dengan adanya PCR menurunkan angka pasien terpapar secara signifikan, meskipun pada sisi yang berbeda jumlah yang terpapar pada kluster baru juga muncul.
Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan meski peresmian adanya mesin PCR dikatakan terlambat, namun esensi adanya mesin PCR ini adalah bagaimana ketersedian PCR untuk membantu dalam menurunkan angka terpapar Covid-19, yang mana angka terpapar covid di Kota Mojokerto masih cukup dinamis.
Menutup sambutannya Ning Ita kembali berpesan tentang upaya promotif preventif dalam menghadapi Covid-19. “Masyarakat harus paham betul bahwa protokol kesehatan adalah vaksin untuk menekan Covid-19, kami berupaya secara sinergis agar masyarakat semakin sadar bahwa protokol kesehatan adalah kebutuhan dan menjadi benteng yang utama agar tidak terpapar.”pungkasnya.
Sementara itu Direktur PT. Solusindo dan investor Korea, Tedy Lesli Kim menyampaikan dengan adanya PCR pihaknya menyatakan siap menyediakan reagen yang dibutuhkan oleh Pemerintah Kota Mojokerto untuk pelaksanaan tes PCR di Kota Mojokerto.
CM
(Yaomi Suhayatmi)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.