Hingga saat ini telah ada beberapa kasus peracunan yang dikaitkan dengan tindakan intelijen Rusia. Selain peracunan Skripal, mantan pejabat intelijen Rusia lainnya, Alexander Litvinenko diracun dengan polonium-210 di Inggris pada 2006.
Jurnalis dan aktivis oposisi Vladimir Kara-Murza mengklaim dia dua kali oleh dinas keamanan Rusia. Dia hampir meninggal setelah menderita gagal ginjal pada 2015 dan dua tahun kemudian koma selama seminggu.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.