“Daerah belum tentu sinkron dengan pusat. Karena dipilih langsung rakyat. Daerah terbelah lagi menjadi tingkat I dan II. Kepala daerah tingkat I belum tentu bisa mengendalikan dengan tingkat II. Tingkat II belum tentu akan sinkron dengan kebijakan tingkat II,” ungkapnya.
“Ini terjadi di India, Brazil dan lain-lain. Bahkan di Amerika Serikat negara besar menggunakan sistem politik demokrasi dan desentralisasi tidak gampang dengan itu,” katanya
Lebih lanjut Tito menyebut penanganan covid Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan Singapura dan Cina. Menurutnya dari sisi sistem politik, jumlah penduduk dan luas wilayah berbeda.
“Apple to apple Indonesia itu dengan India, Rusia, Brazil, Amerika. Dengan Cina no karena sistem politiknya bukan demokrasi,” pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)