KOTA MALANG - Setiap siswa di Kota Malang yang melakukan pembelajaran online selama pandemi Covid-19 akan mendapat bantuan paket internet dari pemerintah.
Walikota Malang Sutiaji mengungkapkan, sesuai hasil rapat koordinasi dengan pengawas SD, SMP, HIMPAUDI, dan IGTKI, nantinya setiap siswa di Kota Malang akan mendapat alokasi anggaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
“Satu anak dijatah 35 GB perbulan mulai tingkat SD sampai dengan SMA,” ujar Sutiaji di Balaikota Malang.
Menurut Sutiaji, langkah ini sebagai tindak lanjut rakor kebijakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.
“Di rakor dengan SKB 4 menteri itu menyampaikan bahwa kita diminta oleh pusat untuk mendata nomor-nomor siswa,” tambah Sutiaji dalam penjelasannya pada awak media.
Subsidi kuota internet lanjut Sutiaji, akan berlangsung selama empat bulan dari September-Desember 2020. Bantuan kuota internet Dinas Pendidikan Kota Malang harus melengkapi nomer handphone peserta didik melalui aplikasi Dapodik, sampai paling lambat 9 September mendatang.
"Dalam waktu dekat, saya akan mengundang provider. Karena ada tawaran sepuluh rupiah untuk 10 giga per bulan. Tapi satu orang dijatah 10 saja. Nanti akan kami undang semua kalau bisa dari provider-provider yang lain," tuturnya.
Sementara itu pria asal Lamongan ini menegaskan pembelajaran tatap muka di sekolah hanya diperbolehkan untuk zona Hijau dan zona Kuning. Update data Zonasi Covid-19 hari ini Kota Malang masuk zona merah.
Daerah yang berada di zona oranye dan merah tetap dilarang melakukan pembelajaran tatap muka. Sekolah pada zona-zona tersebut tetap melanjutkan belajar dari rumah.
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.