Pemprov Jabar Pilih PCR Ketimbang Rapid Tes soal Virus Corona

Wisnu Yusep, Okezone · Jum'at 04 September 2020 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 525 2272614 pemprov-jabar-pilih-pcr-ketimbang-rapid-tes-soal-virus-corona-Rfqr9wLia5.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

BEKASI – Ketua gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Ridwan Kamil tak merekomendasikan lagi metode menggunakan rapid test, untuk mengetahui seseorang positif virus corona atau Covid-19 atau tidak.

Pria yang disapa Kang Emil itu mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan pengetesan metode uji usap (swab test) polymerase chain reaction (PCR).

"Test PCR itu harus mandiri dijadikan sebagai investasi bukan beban, supaya kalau lancar maka produktvitas tidak terhenti. Kalau masih terburuk karena situasi lain, rapid kita masih kami izinkan, walaupun tidak kita rekomendasikan secara umum lagi. Kita ingin PCR sebagai tes," ujar Emil usai melakukan kunjungan di kawasan industri Kabupaten Bekasi, Jumat (4/9/2020).

Pemprov Jawa Barat, diakui Emil, tengah mengejar jumlah penegatasan swab sesuai dengan WHO yakni satu persen dari total penduduk. Artinya, masyarakat Jabar yang harus dites berjumlah sekitar 500 ribu orang.

"Jabar kam sudah di angka 223.287 ribu tes PCR dari target satu persen jumlah penduduk yaitu kurang lebih 500 ribu pengetesan," ungkap dia.

Baca Juga : Ridwan Kamil: Klaster Industri Ternyata Cukup Serius

Baca Juga : Tak Manusiawi, Sanksi Masuk Peti Jenazah Pelanggar PSBB Dihentikan

Penguatan tes PCR di 27 kota/kabupaten pun, lanjut Emil, terus digenjot agar target pengetesan satu persen dari jumlah penduduk segera terpenuhi.

Selain itu, berbagai inovasi untuk meningkatkan jumlah pengetesan pun terus diupayakan, salah satunya membagikan alat tes cepat molekuler (TCM) di 29 Puskesmas serta membagikan PCR Portable atau jinjing dengan status hibah pinjam pakai kepada masing-masing kabupaten/kota.

"Kemudian ada juga inovasi dengan PCR jinjing. Saya kira itu yang menjadi semangat gugus tugas Jawa Barat," ungkap Emil.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini