Usaha Kopi, Masih Laku di Era New Normal?

Agustina Wulandari , Okezone · Sabtu 05 September 2020 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 05 1 2273113 usaha-kopi-masih-laku-di-era-new-normal-6C8zRo08rt.jpg Foto : Dok.Okezone

Perubahan gaya hidup tentu dialami oleh masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19 dalam menghadapi era new normal. Masyarakat akan lebih memprioritaskan kebutuhan pokok. Sementara, untuk kebutuhan tersier akan menjadi pertimbangan para konsumen dalam membeli produk.

Seperti halnya kegemaran para milenial yang memiliki gaya hidup minum kopi di café. Meski bisnis kopi memang tengah marak dan menjamur sebelum pandemi, tetapi kopi hanyalah sebagai kebutuhan tersier.

Pemerintah sudah mulai membuka beberapa fasilitas dan sarana publik, tetapi sebagai pengguna fasilitas umum tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Hal ini lah yang membangkitkan kembali sektor-sektor usaha kecil dan menengah yang pada saat pandemi sangat terdampak. Namun, sejak memasuki new normal apakah usaha kopi masih diminati?

Bisnis kopi bisa beradaptasi dengan era new normal, jika kamu menerapkan cara yang efektif sesuai dengan perubahan perilaku konsumen saat ini :

1. Lakukan Riset Konsumen

Melakukan riset pada konsumenmu adalah tahap awal dari penjualan di era new normal. Adapun tujuan riset ini untuk mengenali bisnismu akan ke arah manadan mengantisipasi hal yang akan terjadi. Melalui riset, kamu pun bisa memahami selera, daya beli, hingga pendapat mereka tentang produk yang kamu jual.

2. Evaluasi Menu / Produk

Di masa pandemi seperti sekarang ini kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil. Konsumen biasanya memilih menu atau produk yang sudah familiar, yang berkualitas dan harga terjangkau. Untuk itu, diperlukan evaluasi menu / produk dengan memberikan promo penawaran paket hemat atau promo bundling. Evaluasi menu juga bisa mengetahui apakah menu / produk yang dijual sudah sesuai dengan kebutuhan dan minat konsumen.

3. Evaluasi Harga

Di tengah situasi krisis, harga jual menjadi penentu daya beli konsumen. Untuk itu, setiap pebisnis harus kreatif dalam memasarkan produknya dengan evaluasi harga. Penawaran dengan promosi yang menarik akan menetralisir penurunan daya beli. Bentuk promosi pun bisa dimulai dari yang sederhana, seperti free ongkir, potongan harga atau pake hemat.

4. Penjualan Online

Transaksi jual beli online memang sudah menjadi kebiasaan bagi para konsumen. Dengan munculnya pandemi, transaksi jual beli online melalui sosial media atau platform belanja online makin digemari. Belanja online lebih mudah dan dirasa aman. Untuk itu, para pebisnis perlu mengalihkan penjualan dari toko fisik menjai penjualan online.

Masih ragu usaha kopi laku di era new normal? Dengan tips di atas usaha kopi #TernyataBisaJadiBesar. James Prananto (CBDO dan Co-Founder Kopi Kenangan) dan Leonard Theosabrata (Direktur Utama SMESCO Indonesia) akan berbagi pengalamannya merintis bisnis kopi dalam Webinar Indonesia Digital Market (IDM) dengan tema “Inovasi di Masa Pandemi : Keharusan atau Hanya Tinggal Kenangan” yang akan diselenggarakan pada Selasa, 8 September 2020.

Program Indonesia Digital Market yang digagas platform media online Okezone dan HSBC Fusion bertujuan untuk membangkitkan semangat para pengusaha muda agar tetap produktif dan berinovasi di tengah pandemi Covid-19. Para pengusaha harus mempu berdiri di tengah situasi sulit seperti sekarang ini. Dengan tekad yang kuat, mereka pun #TernyataBisaJadiBesar di era new normal.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini